Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Disdik Makassar Siagakan Operator 24 Jam untuk PPDB

Ahad 20 Jun 2021 22:18 WIB

Red: Qommarria Rostanti

PPDB daring (ilustrasi).

PPDB daring (ilustrasi).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
PPDB akan dilakukan secara daring pada 21 hingga 25 Juni 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar menyiagakan pegawainya khusus para operator yang akan bekerja selama 24 jam untuk menyukseskan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Makassar. PPDB akan dilakukan secara daring pada 21-25 Juni 2021.

"Untuk mengantisipasi membludaknya pendaftar, maka kami menyiagakan staf operator untuk memantau prosesnya selama 24 jam," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Nielma Palamba, di Makassar, Ahad (20/6).

Dia mengatakan, proses pendaftaran untuk peserta didik baru baru akan dimulai 21-25 Juni 2021 dengan dua jenjang pendidikan yakni sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Nielma mengatakan, tenaga operator yang disiagakan itu akan bekerja 24 jam dengan sistem paruh waktu atau sif. 

Penyiagaan itu dilakukan agar proses penerimaan peserta didik baru tidak ada kendala. "Beberapa hari ini, kami tidak ada libur, termasuk proses PPDB berjalan. Kami bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat yang ingin mendaftar dan semuanya kami lakukan agar semuanya bisa sukses tanpa kendala," jelasnya.

Nielma mengatakan, Disdik Makassar telah melakukan simulasi untuk melihat sejauh mana sistem bekerja. Jika dalam perjalanan ditemukan masalah, bisa segera diatasi seehingga, pelaksanaan PPDB tidak ada masalah nantinya. Menurut dia, yang paling utama bagi para orang tua yang akan mendaftarkan anaknya agar memastikan jaringan internetnya berjalan lancar. 

Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Sahruddin Said, mengingatkan penyelenggara khususnya operator agar menjalankan proses PPDB ini secara jujur dan berkeadilan. "Kami mengharapkan proses penerimaan tahun ini berjalan lancar dan jauh lebih baik dari tahun kemarin. Jangan ada operator yang memasukkan data fiktif," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA