Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Uni Emirat Arab Larang Pelancong dari 3 Negara Ini

Ahad 20 Jun 2021 20:18 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Dwi Murdaningsih

Penumpang terlihat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab.

Penumpang terlihat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab.

Foto: reuters
Larangan mulai berlaku efektif pada Senin (21/6) pukul 23:59 waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Uni Emirat Arab (UEA) akan menangguhkan pelancong dari Liberia, Sierra Leone dan Namibia memasuki negaranya dengan penerbangan nasional maupun internasional. Aturan ini mulai berlaku efektif pada Senin (21/6) pukul 23:59 waktu setempat.

Menurut kantor berita negara WAM, mengutip pernyataan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA), pembatasan juga akan mencakup penumpang transit. Sedangkan untuk penerbangan kargo, antara negara-negara itu dan UEA akan berlanjut, seperti biasa.

Baca Juga

"Pembatasan itu diberlakukan untuk membatasi penyebaran COVID-19," bunyi pernyataan GCAA, dilansir dari Alarabiya, Ahad (20/6).

GCAA menambahkan bahwa pengecualian untuk keputusan ini meliputi: warga negara UEA, kerabat tingkat pertama mereka, misi diplomatik, delegasi resmi, jet bisnis setelah mendapatkan persetujuan sebelumnya, dan pemegang izin tinggal emas dan perak, dan penumpang yang bekerja pada sektor-sektor penting. Mereka yang dikecualikan masih harus mengikuti tes PCR di bandara dan memasuki karantina wajib 10 hari.

Komite Tertinggi Manajemen Krisis dan Bencana Dubai mengatakan, bahwa mereka akan mengizinkan pelancong dari Afrika Selatan, yang telah menerima dua dosis vaksin yang disetujui UEA, untuk memasuki Dubai mulai 23 Juni. Wisatawan dari India, yang memiliki visa tinggal yang sah dan telah menerima dua dosis vaksin yang disetujui UEA, juga akan diizinkan di emirat.

Sementara itu, pemudik dari Nigeria hanya boleh menunjukkan hasil tes PCR negatif yang diambil 48 jam sebelum keberangkatan dan juga akan menjalani tes PCR lagi setibanya di Dubai.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA