Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Upaya Petani Milenial Antisipasi Hama Wereng dan Sundep

Senin 21 Jun 2021 04:31 WIB

Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad

Kelompok Tani Milenial Jaya Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu melakukan gerakan pengendalian hama wereng penggerek batang dan sundep

Kelompok Tani Milenial Jaya Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu melakukan gerakan pengendalian hama wereng penggerek batang dan sundep

Foto: istimewa
Perkembangan hama wereng penggerek batang dan sundep tergolong sangat cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU--Hama wereng penggerek batang dan sundep menjadi ancaman bagi lahan pertanian padi di Blok Badak Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. Upaya pengendalian pun dilakukan secara masif agar hama tidak terus menyebar.

Gerakan pengendalian hama wereng penggerek batang dan sundep itu seperti yang dilakukan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Milenial Jaya Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung. Gerakan pengendalian hama itu sudah dilakukan empat kali, mulai tanam padi sampai hari ini.

Ketua Kelompok Tani Milenial Jaya, Ismail, mengatakan, perkembangan hama wereng penggerek batang dan sundep tergolong sangat cepat. Apalagi, di musim tanam gadu ini varietas yang ditanam tidak tahan serangan hama wereng penggerek batang dan sundep.‘’Musim tanam gadu saat ini juga sangat cocok dengan hama wereng untuk hidup dan berkembang biak,’’ kata Ismail, Ahad (20/6).

Semula, kelompok tani milenial itu melakukan gerakan pengendalian hama secara swadaya. Selanjutnya, mereka bekerja sama dengan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cikedung dan BPP Kecamatan Cikedung.

Sekretaris Kelompok Tani Milenial Jaya, Jaenudin, menambahkan, luas lahan kelompoknya ada 125 hektare, yang kini umur tanamannya mencapai tiga pekan. Menurutnya, upaya pengendalian hama tersebut akan terus dilakukan sampai tanaman padi berusia 85 hari.

‘’Alhamdulillah, setelah dilakukan gerakan pengendalian beberapa kali, populasi hama sudah nyaris tidak ada. Kendati demikian, kita tetap mewaspadainya,’’ kata Jaenudin. 

Jaenudin menuturkan, jika hama itu terus dibiarkan, maka akan menimbulkan ancaman gagal panen pada tanaman padi. Pasalnya, hama tersebut akan membuat batang tanaman padi menjadi putus hingga kering sehingga malah tidak tumbuh. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA