Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

DPRD Surabaya Minta Penyekatan Suramadu Terus Dievaluasi

Ahad 20 Jun 2021 14:55 WIB

Red: Ratna Puspita

Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota setempat terus melakukan evaluasi pelaksanaan penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya. (Ilustrasi penyekatan Jembatan Suramadu)

Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota setempat terus melakukan evaluasi pelaksanaan penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya. (Ilustrasi penyekatan Jembatan Suramadu)

Foto: ANTARA/Didik Suhartono
DPRD Surabaya mendukung penyekatan Jembatan Suramadu sebagai upaya melindungi warga.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pimpinan DPRD Kota Surabaya meminta pemerintah kota setempat terus melakukan evaluasi pelaksanaan penyekatan Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Hal ini agar kejadian perusakan fasilitas di posko penyekatan, Jumat (18/6), tidak terjadi lagi.

"Kami melihat sudah ada hasil yang bagus. Pelaksanaannya pun terus dievaluasi dan beberapa tindakan untuk melakukan tes usap juga dilakukan secara efektif," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. Hermas Thony di Surabaya, Ahad (20/6).

Baca Juga

Menurut dia, penyekatan Jembatan Suramadu yang dilakukan Pemkot Surabaya sudah tepat sebagai upaya melindungi warganya dari penyebaran COVID-19 varian baru yang datang dari Bangkalan, Madura. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengapresiasi jajaran samping, baik TNI maupun kepolisian yang membantu Satgas COVID-19 Surabaya saat melakukan tes cepat antigen dan tes usap PCR di Suramadu.

Saat unsur pimpinan DPRD Surabaya meninjau pelaksanaan penyekatan Suramadu beberapa hari lalu, Thony melihat animo masyarakat yang datang untuk tes cepat antigen di Pos Penyekatan Suramadu tinggi. Tanpa perlu dihentikan oleh petugas keamanan, mereka langsung parkir dan langsung minta dites COVID-19.

"Kesadaran masyarakat harus menjadi contoh oleh masyarakat lainnya bahwa tes COVID-19 itu bukan sesuatu yang membahayakan. Justru ini langkah awal penyelamatan dan ini perlu kami sampaikan," ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan penyekatan ini tidak terkesan hanya dilakukan oleh Surabaya, tetapi dari pihak Bangkalan juga ikut melaksanakan. Karena itu, peran Pemerintah Provinsi Jatim juga dibutuhkan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah meminta kesadaran masyarakat terkait kegiatan penyekatan di Surabaya. "Kami berharap jangan sampai ada perusakan lagi saat terjadi penumpukan di Suramadu," katanya.

Menurut dia, perhatian Pemkot Surabaya, Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim terkait penanganan COVID-19 sudah bagus, meski ada kekurangan saat pelaksanaan penyekatan Suramadu dan perlu dievaluasi serta diperbaiki.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mengatakan tes cepat antigen di pos penyekatan Suramadu sudah berjalan sejak 6 Juni lalu. Menurutnya, pemkot bersama jajaran Forkopimda termasuk tiga pilar terus menerus memberikan yang terbaik. 

"Semua ini untuk kebaikan warga Surabaya dan Bangkalan," kata Reni.

Reni melihat sudah ada sejumlah perbaikan saat pelaksanaan penyekatan Suramadu, khususnya di sisi Bangkalan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di satu titik dan antrean warga saat tes cepat antigen.Sebelumnya, Wakil Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan perusakan di posko penyekatan Jembatan Suramadu pada Jumat (18/6), karena warga tergesa-gesa, sehingga terjadi kesalahpahaman."Mereka tergesa-gesa mau bekerja dan berangkat sebelum subuh. Lalu di sini ada penumpukan, sehingga harus menunggu. Saat itu ada yang tidak sabar dan ingin cepat-cepat sampai, yang lain terpengaruh," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA