Ahad 20 Jun 2021 12:35 WIB

Polres Semarang Targetkan 3.500 Penerima Vaksin

Vaksinasi massa enam hari itu, ditargetkan lansia, tenaga pengajar dan pelayan publik

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad
Kendaraan watercannon Polres Semarang melaksanakan disinveksi jalan protokol di kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (10/6). Disinveksi jalan protokol ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pertambahan kasus baru Covid-19 yang masih berlanjut di daerah tersebut.
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Kendaraan watercannon Polres Semarang melaksanakan disinveksi jalan protokol di kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (10/6). Disinveksi jalan protokol ini menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pertambahan kasus baru Covid-19 yang masih berlanjut di daerah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN—Dorong terciptanya herd immunity (kekebalan kolektif) masyarakat dari risiko penularan Covid-19, Polres Semarang menggelar vaksinasi massal kepada warga di 19 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Semarang.

Vaksinasi massal yang dilaksanakan di dua lokasi terpisah –GOR Pandanaran, Wujil, Kecamatan Bergas dan gedung pertemuan Kantor Kecamatan Tengaran-- dimulai hari ini, Ahad (20/6) dan bakal berakhir Sabtu (26/6) mendatang.

Kegiatan yang dilaksanakan Polres Semarang dalam rangka memperingatai HUT Bhayangkara ke-75 tersebut, menargetkan 3.500 warga Kabupaten Semarang dengan sasaran kelompok warga lansia, petugas pelayan publik serta tenaga pengajar.

Kapolres Semarang, AKBP Ari Wibowo mengatakan, dalam kegiatan vaksinasi massal ini, Polres Semarang didukung oleh TNI Kodim 0714/ Salatiga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang serta Pudik Bimas Banyubiru.

“Pembagian lokasi vaksinasi dilakukan guna mempermudah masyarakat Kabupaten Semarang dalam mengakses lokasi pelaksanaan vaksinasi massal dosis pertama,” ungkapnya, di sela meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Gor Pandanran bersama dengan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.

Lokasi vaksinasi di gedung pertemuan Kecamatan Tengaran, jelas kapolres, untuk memfasilitasi warga lima kecamatan yang berada di bagian selatan Kabupaten Semarang, yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Boyolali.

Sedangkan vaksinasi bagi warga 14 kecamatan lainnya, dipusatkan di kompleks GOR Pandanaran. “Nantinya, untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua, akan di laksanakan di masing- masing Puskesmas,” tambah Ari Wibowo.

Ia juga menyampaikan, vaksinasi massal ini dilakukan guna mendorong kekebalan kolektif masyarakat (warga) Kabupaten Semarang dalam upaya menekan serendah mungkin risiko penularan Covid-19.

Guna mempermudah, pengelompokan dan pendaftaran para peserta vaksinasi massal ini, dilakukan dengan dukungan petugas Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta aparatur desa/ kelurahan di lingkungan masing- masing.

“Sehingga masyarakat yang yang berniat mengikuti program vaksinasi massal ini bisa menghubungi petugas puskesmas, apparat desa/ kelurahan atau bhabinkamtibmas maupun babinsa yang ada di masing- masing desa/ kelurahan di Kabupaten Semarang,” tambah kapolres.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha menambahkan, Pemkab Semarang sangat mengapresiasi dukungan Polres Semarang, dalam upaya mendorong percepatan cakupan vaksinasi serta herd immunity di kabupaten Semarang.

Dalam hal penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Semarang, lanjut bupati, Pemkab Semarang sejauh ini juga teus berupaya memberikan pelayanan yang optimal kepada warganya.

Menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 Pemkab semarang juga telah melakukan penambahan tempat tidur –baik untuk perawatan serta untuk isolasi mandiri warga kabupaten Semarang yang menjadi penyintas Covid-19.

Upaya- upaya lain seperti sosialisasi pentingnya disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan bahaya Covid-19 juga terus dilakukan secara bersama- sama, di berbagai komunitas serta lingkungan masyarakat.

Terlebih untuk penanganan pandemi Covid-19, Pemkab Semarang tidak bisa bekerja sendiri, namun juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. “Salah satunya untuk pelaksanaan vaksinasi massal bersama dengan aparat Polres Semarang dalam mendorong herd immunity,” tegas Bupati Semarang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement