Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Kota Bandung Sentuh 92%

Ahad 20 Jun 2021 11:07 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini

Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan masyarakat Indonesia harus lebih taat protokol kesehatan COVID-19 karena hingga saat ini telah terdata 145 kasus aktif varian baru COVID-19 yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia.

Petugas tenaga kesehatan membawa pasien ke ruangan Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan masyarakat Indonesia harus lebih taat protokol kesehatan COVID-19 karena hingga saat ini telah terdata 145 kasus aktif varian baru COVID-19 yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia.

Foto: ANTARA/Novrian Arbi
Kasus harian Covid-19 di Kota Bandung terus meningkat

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit di Kota Bandung terus naik dan sudah mencapai angka 92 persen. Kasus harian Covid-19 pun terus meningkat hingga angka terakhir, Sabtu (19/6) mencapai 210 kasus dalam sehari.

Sepekan terakhir, kasus Covid-19 di Kota Bandung sempat berada di angka puluhan namun naik ke angka 100 lebih dan naik turun hingga akhirnya pada Sabtu (19/6) mencapai 210 kasus. Kenaikan kasus Covid-19 di Kota Bandung sejalan dengan tren kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di tingkat nasional.

Baca Juga

"Ya (terjadi peningkatan)," ujar Kepala Dinas Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara saat dikonfirmasi, Ahad (20/6). Ia mengatakan saat ini BOR di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bandung sudah mencapai 92 persen.

Ia melanjutkan, saat ini pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit harus menunggu untuk mendapatkan kamar. Kondisi tersebut terjadi seluruh wilayah di Jawa Barat.

"Ya, waiting list bila harus dirawat, di IGD dilayani dulu. Hampir semua rumah sakit di Jabar kondisi seperti itu," katanya.

Ahyani menegaskan pencegahan penyebaran Covid-19 harus diperkuat di wilayah hulu yaitu penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Diharapkan seluruh masyarakat juga disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.

"Dihulu perkuat, PPKM jangan kendor," ungkapnya.

Ia pun berharap kebijakan pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bandung beberapa waktu lalu untuk dua pekan ke depan bisa menekan laju penyebaran Covid-19. Syaratnya, seluruh wilayah di kawasan aglomerasi secara bersama-sama dan ketat melaksanakan pengetatan.

"(Pengetatan efektif) bila seluruh daerah aglomerasi disiplin dapat menahan laju dua minggu ke depan," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA