Ahad 20 Jun 2021 10:04 WIB

Ridwan Kamil Minta Masyarakat Doakan Kesembuhan Sekda Jabar

Selain Sekda Jabar, sejumlah kepala perangkat daerah di Jabar juga positif Covid.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja
Foto: humas jabar
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta doa masyarakat untuk kesembuhan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Setiawan Wangsaatmaja yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain Sekda Jabar, sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar terkonfirmasi positif Covid-19. "Mohon doanya agar beliau-beliau bisa segera pulih dan tentunya bisa mengurus kembali pelayanan masyarakat di Jawa Barat," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, akhir pekan ini.

Emil melaporkan, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum sudah pulih dari Covid-19 dan kembali beraktivitas. Ia juga mengatakan, tingkat kesembuhan di Jabar tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 per 14 Juni 2021, tingkat kesembuhan di Jabar mencapai 91,90 persen.

"Saya juga mengabarkan pak Wakil Gubernur Jawa Barat alhamdulillah sudah kembali sehat, ini menunjukkan tingkat kesembuhan di Jawa Barat cukup tinggi," katanya.

Selain itu, Emil juga mengimbau masyarakat Jabar untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Banyak bukti ilmiah menunjukkan, penerapan protokol kesehatan efektif cegah penularan Covid-19.

"Apapun virusnya, apapun variannya jawabannya hanya 5M. Rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi pergerakan yang tidak perlu," katanya.

Menurut Emil, Pemprov Jabar terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19, terutama usai libur Lebaran. Salah satunya dengan menetapkan wilayah Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Bandung berstatus siaga 1 Covid-19.

"Dalam situasi sekarang, banyak kedaruratan. Rumah sakit sudah makin naik dan hampir penuh, dan juga ada pembatasan kedatangan dari wisatawan, penutupan jalan, dan lain-lain," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement