Ahad 20 Jun 2021 05:48 WIB

NASA Berjuang Perbaiki Komputer Teleskop Luar Angkasa

NASA habiskan waktu hampir satu pekan perbaiki komputer teleskop luar angkasa.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah
NASA habiskan waktu hampir satu pekan perbaiki komputer teleskop luar angkasa.
Foto: Wallpaper Flare
NASA habiskan waktu hampir satu pekan perbaiki komputer teleskop luar angkasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AP melaporkan NASA telah menghabiskan hampir satu pekan (sampai tulisan ini dibuat pada Sabtu (19/6)) mencoba memperbaiki kesalahan pada komputer muatan telepon luar angkasa, Hubble. Sistem rusak pada 13 Juni dan tim operasi tidak berhasil menghidupkan kembali komputer pada 14 Juni atau beralih ke modul memori cadangan. Agensi juga gagal dalam upaya berulang dengan kedua modul pada malam 17 Juni.

“Teleskop dan instrumen ilmiahnya masih dalam kondisi yang baik,” kata badan tersebut, meskipun operator menempatkan instrumen dalam mode aman sebagai tindakan pencegahan, dilansir dari Engadget, Ahad (20/6).

Baca Juga

Ini bukan kesalahan pertama tahun ini. NASA menghabiskan waktu berhari-hari untuk menghidupkan kembali Hubble pada Maret menyusul kesalahan perangkat lunak di komputer penerbangan utama. Ia juga menemukan level tegangan Wide Field Camera 3 telah turun selama beberapa dekade, ke titik di mana anggota tim perlu mengurangi level tersebut untuk mencegah masalah di masa depan.

Seperti halnya kamera itu, usia mungkin berperan dalam kesalahan terbaru ini. Sistem payload Hubble menggunakan NASA Standard Spacecraft Computer-1 (NSSC-1) era 1980-an yang mencakup dua komputer dan empat modul memori 64K CMOS.

Hanya satu komputer dan modul memori yang digunakan pada waktu tertentu, tetapi itu mungkin tidak terlalu menjadi masalah jika ada lebih dari satu komponen yang rusak. Dalam hal itu, Teleskop Luar Angkasa James Webb tidak dapat segera hadir- sementara itu sudah disebut sebagai penerus Hubble, itu mungkin satu-satunya pilihan jika mesin yang lebih tua terus gagal dengan frekuensi semacam ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement