Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Nutrisi Pengaruhi Kerentaan Lansia

Ahad 20 Jun 2021 02:32 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Siti Setiati dalam diskusi Mengenal Fenomena Kerentaan/Frailty Pada Lansia-Menuju Lansia Sehat dan Bahagia, beberapa waktu lalu.

Foto:
Sekitar 44 persen lansia memiliki penyakit lebih dari satu.

Berdasarkan penelitian Pergemi yang melibatkan 1.000 orang, ternyata lansia robust (yang betul-betul sehat) itu hanya 13,20 persen (2014) dan 15,10 (2020); pre-frail (punya penyakit tapi masih mandiri) yaitu 61,60 (2014) dan 66,20 (2020); frail (yang renta betul) itu 25,20 (2019) dan 18,70 (2020).

Siti mengatakan, orang renta itu memang dipengaruhi kondisi nutrisi. “Orang dengan gangguan nutrisi, maka lebih tinggi empat kali berisko alami fraity (kerentaan) daripada yang asupan nutrisi bagus. Nutrisi memegang peran penting cegah frailty,” ujar dokter di RCSM-FKUI itu.

Penelitian Pergemi di 11 tempat di Indonesia menunjukkan bahwa malnutrisi itu dihubungkan dengan kerentaan. Padahal, studi multisenter pada 2013 menunjukkan bahwa lansia memiliki asupan kalori rendah, yaitu 68 persen dengan rerata asupan kalori 1.288 kkal pel hari. Tak hanya itu lansia juga rendah asupan kalsium dan proteinnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA