Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

8.000 Pasien Bayi Tabung Keluar Negeri Tiap Tahun

Sabtu 19 Jun 2021 20:10 WIB

Red: Indira Rezkisari

 Tim Dokter memantau kondisi salah satu bayi tabung.

Tim Dokter memantau kondisi salah satu bayi tabung.

Foto: Antara/Rudi Mulya
Sekitar 250 ribu pasangan di Indonesia memiliki indikasi masalah kesuburan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ahli Kandungan Dr Ivan Rizal Sini MD, Sp OG yang merupakan Presiden Direktur Klinik Bayi Tabung PT Morula Indonesia menyebutkan tak kurang dari 8.000 pasien warga Indonesia menjalani program bayi tabung di luar negeri setiap tahun. Keterbatasan klinik fertilitas di Tanah Air menjadi penyebabnya.

"Ini terjadi karena masih terbatasnya jumlah klinik bayi tabung di Tanah Air, baru ada 40 klinik dengan 100 ahli embriologi, para pasien itu memilih ke Singapura, Malaysia dan Thailand," kata dia di Padang, Sabtu (19/6), pada peluncuran kembali klinik bayi tabung Morula IVF RSU Citra BMC Padang.

Ia menyebutkan pada 2019 ada 12 ribu pasien bayi tabung di Tanah Air namun yang pergi ke luar negeri 8.000 orang. Selain itu mengemukakan ada 250 ribu pasangan di Indonesia yang memiliki indikasi masalah kesuburan, punya kemampuan untuk program bayi tabung namun tercatat pada 2019 hanya 20 ribu orang yang mengikuti.

"Jadi sisanya yang 200 ribu antara tidak tahu, tidak punya akses sehingga menjadi terlambat mengikuti program kesuburan reproduksi," kata dia.

Dengan adanya pandemi Covid-19 pada 2020 sehingga akses ke luar negeri terbatas ini menjadi peluang untuk menumbuhkan kepercayaan kepada pengobatan dan klinik bayi tabung yang ada di Indonesia. Ia menyampaikan Morula sebagai salah satu bagian dari rantai pelayanan kesehatan di bawah grup Bundamedik Healthcare System (BMHS) sudah memiliki 10 klinik bayi tabung di Indonesia yang merupakan rantai klinik bayi tabung terbesar di Asia Tenggara.

"Hampir 50 persen program bayi tabung yang ada di Indonesia merupakan program Morula dengan pengalaman teruji dan standardisasi yang setara dengan akreditasi di Australia dan New Zealand," kata dia.

Terkait dengan peluang keberhasilan program bayi tabung akan lebih efektif bagi ibu yang berusia di bawah 35 tahun dengan keberhasilan 50 sampai 60 persen.

Dokter Obgyn Morula Padang Dr Dovy Djanas SpOG menyampaikan ada enam tenaga ahli yang siap menangani pasien bayi tabung. Untuk program bayi tabung di Morula IVF Padang dikenakan biaya mulai dari Rp 55 juta sampai Rp 60 juta.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Ari Yuswandi, menyambut baik kehadiran Morula IVF Padang karena selain memfasilitasi pasangan yang ingin punya anak lewat bayi tabung juga bisa sekaligus menjadi wisata pengobatan. Ia mengatakan dulu ketika orang Padang tidak bisa punya anak maka bisa mengangkat anak saudara, namun pada hari ini sudah ada teknologi bayi tabung yang memudahkan orang untuk punya anak.


 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA