Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Walkot Bekasi: Kasus Covid-19 Melonjak Vertikal

Sabtu 19 Jun 2021 18:41 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Indira Rezkisari

Petugas membersihkan bagian depan Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan 112 tempat tidur untuk pemudik yang melanggar aturan larangan mudik dari tanggal 6-17 Mei dan terjangkit COVID-19.

Petugas membersihkan bagian depan Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/5/2021). Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan 112 tempat tidur untuk pemudik yang melanggar aturan larangan mudik dari tanggal 6-17 Mei dan terjangkit COVID-19.

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Rumah sakit di Bekasi sudah hampir penuh tampung pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bekasi tak terkendali. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan, angka kasus Covid-19 bukan lagi meningkat tetapi naik signifikan angkanya secara vertikal.

"Angkanya bukan meningkat, tapi melonjak vertikal, bukan 45 persen, 15 persen. Tapi hampir 90 persen," kata Pepen, Sabtu (19/6).

Dia mengatakan, melonjaknya kasus ini membuat fasilitas kesehatan nyaris penuh. "Rumah sakit umum kita sudah full. Rumah sakit tipe D kita juga sudah mau full," jelas dia.

Sehari sebelumnya, fasilitas isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Chasbullah Abdulmadjid khusus untuk pasien Covid-19 sudah penuh. Direktur Utama RSUD Chasbullah Abdulmadjid, dr Kusnanto, mengatakan, dari 275 bed yang disediakan, seluruhnya sudah terisi penuh.

"Sebelumnya (kapasitas) 265 bed sudah ditingkatkan 275 bed, masih penuh juga," kata Kusnanto, Jumat (18/6).

Lebih lanjut, dia menuturkan, dari total pasien Covid-19 yang dirawat, sebesar 40 persen merupakan warga yang ber-KTP non Kota Bekasi. "40 persen itu KTP non Kota Bekasi, kita kerja sama dengan dinkes untuk mengurai," jelasnya.

Kondisi ini diperparah dengan maraknya kasus demam berdarah yang merebak di Kota Bekasi. Karena itu, jumlah Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk pasien umum dibatasi hanya 15 bed saja.

"Karena ini berbarengan dengan DBD juga kan. IGD umum sedikit dari yang kita sediakan untuk Covid-19, paling sekitar 15 bed," terang dia.

Pihak RSUD belum berencana menambah jumlah bed rumah sakit untuk pasien Covid-19. Selanjutnya, pasien akan dialihkan ke rumah sakit swasta dan juga RSUD baru di Teluk Pucung, Bekasi Utara.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Kota Bekasi, Eko Nugroho, mengatakan, jumlah lonjakan kasus di Kota Bekasi sudah masuk level mengkhawatirkan.

"(Kondisi) mengkhawatirkan, sudah mencapai 84 persen," kata Eko Nugroho, saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (19/6).

Dari 1.938 bed yang tersedia, kini sudah  sudah terisi 1.628 buah. Pemkot dan rumah sakit swasta sudah menambah kapasitas tempat tidur, namun tetap tak cukup. "Rumah sakit swasta dan pemerintah sudah menambah kapasitas," jelas dia.

Sementara itu, untuk fasilitas Intensive Care Unit (ICU) di seluruh faskes Covid-19 Kota Bekasi sudah terpakai 56 ICU dari 155 tempat tidur. "155 totalnya (ICU), sisa cuma 56 bed dan ini disiapkan untuk melayani pasien internal di RS yang dalam kondisi kritis juga," terangnya.

Eko juga mengatakan, kondisi ini diperparah dengan banyaknya pasien dari luar Kota Bekasi yang mencari ICU.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA