Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Parade Bunga Digelar untuk Peringati HUT Suu Kyi

Ahad 20 Jun 2021 00:30 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Andi Nur Aminah

 Seorang pengunjuk rasa memberikan hormat tiga jari yang menantang saat yang lain memegang plakat yang menyerukan pembebasan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi (ilustrasi)

Seorang pengunjuk rasa memberikan hormat tiga jari yang menantang saat yang lain memegang plakat yang menyerukan pembebasan Penasihat Negara Myanmar Aung San Suu Kyi (ilustrasi)

Foto: EPA-EFE/NYEIN CHAN NAING
Para demonstran mengenakan bunga di rambut mereka untuk menandai HUT Suu Kyi

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Pendukung pemimpin Myanmar terpilih yang kini sedang ditahan Aung San Suu Kyi, melakukan parade bunga di jalanan pada Sabtu (19/6). Para demonstran mengenakan bunga di rambut mereka untuk menandai hari ulang tahun Suu Kyi yang ke-76. 

Di antara mereka yang mengenakan bunga dan ikut dalam parade adalah aktivis Thet Swe Win. Sebelumnya Thet Swe Win berselisih dengan Suu Kyi atas pelanggaran hak asasi manusia selama masa jabatannya. "Saya menuntut kebebasan untuk semua orang termasuk Aung San Suu Kyi. Hak individu dan hak politiknya telah dilanggar," ujar Thet Swe Win.

Baca Juga

Suu Kyi memiliki penampilan yang sangat khas. Dia identik dengan tatanan rambut yang disanggul kecil dan dihiasi dengan bunga.

Menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, Suu Kyi merupakan salah satu dari hampir 5.000 orang yang saat ini ditahan oleh junta karena menentang kudeta. Militer menggulingkan Suu Kyi karena partainya diduga melakukan kecurangan dalam pemilihan umum November lalu. 

Pemantau internasional mengatakan pemungutan suara itu berjalan dengan adil.

Suu Kyi saat ini menghadapi tuduhan memiliki radio walkie-talkie secara ilegal dan melanggar protokol virus corona. Dia juga menghadapi tuntutan berupa melakukan hasutan, korupsi, dan melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi dengan ancaman hukuman 14 tahun penjara.

Pengacara Suu Kyi mengatakan, semua tuduhan yang dijatuhkan kepada kliennya itu tidak masuk akal. Para  pendukung Suu Kyi mengatakan, tuduhan itu bertujuan untuk menyingkirkannya dari politik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA