Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Falsafah Dasar Antivirus Covid-19

Sabtu 19 Jun 2021 07:10 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Covid-19 (ilustrasi)

Covid-19 (ilustrasi)

Foto: PixaHive
Inventor usulan paten metode produksi antivirus tidak langsung (2012).

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Raden Umar Hasan Saputra

Pada obrolan dalam suatu perjamuan, seorang teman bertanya kepada saya, kira-kira kapan pandemi ini akan berakhir. Pada saat itu saya jawab, ketika falsafah dasar kita dalam membunuh virus masih seperti sekarang ini, sampai kiamat pun pandemi Covid-19 tidak akan berakhir. Falsafah dasar dari suatu ilmu, ajaran, kejadian atau masalah disebut hakikat, sedangkan falsafah dasar dari Tuhan disebut ma’rifat.

Manusia akan sukses dalam melakukan sesuatu, ketika dia mengerti dengan benar falsafah dasarnya.

Contoh sederhana pada bidang ekonomi. Falsafah dasar keberhasilan sistem ekonomi bukan terletak pada sistemnya, tetapi ada pada kejujuran dan kesediaan untuk berbagi. Tanpa ada keduanya sehebat apapun sistem ekonomi, pasti akan hancur.

Selanjutnya, bagaimana dengan pandemi COVID19? Sampai hari ini kita belum dapat mengatasinya dengan tuntas.  Apakah ini berarti kita belum mengerti falsafah dasarnya secara benar? Jawabannya pasti, ya.

Ada nasehat Bung Karno yang menurut saya sangat penting.  Kalau Anda Islam, jangan jadi orang Arab. Kalau anda Kristen jangan jadi orang Yahudi dan kalau Anda Hindu jangan jadi orang India. Jadilah orang Indonesia dalam setiap posisi kita saat ini. 

Apa yang membedakan orang Indonesia dengan yang lain? Salah satunya yang sangat penting, kita punya prinsip hidup yang sangat mengakui adanya peran Tuhan terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini.

Sebagai contoh, ketika secara kebetulan atau tanpa disangka sesuatu terjadi maka orang Jawa mengatakannya ndilalah. Arti kata ini bukan kebetulan, tetapi kersaning Allah.  Artinya, apa yang terjadi itu karena Tuhan memperkenankan itu terjadi. Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semuanya kersaning Allah, termasuk di dalamnya pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA