Jumat 18 Jun 2021 21:56 WIB

Lima Tower Rusun Nagrak Jadi Tempat Isolasi

Kelima tower di Rusun Nagrak maksimal bisa menampung 5.100 pasien.

Rep: Febryan. A/ Red: Andri Saubani
Petugas mempersiapkan ruang isolasi pasien Covid-19 di Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (18/6). Rusun Nagrak Cilincing dipersiapkan untuk menampung pasien Covid-19 dengan kapasistas sebanyak 1.020 pasien dari satu tower, sementara Kepala Unit Pengelolaan Rumah Susun III, Vita Nurviatin mengatakan sebanyak 1-5 tower disiapkan untuk lokasi pasien Covid-19. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas mempersiapkan ruang isolasi pasien Covid-19 di Rumah Susun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (18/6). Rusun Nagrak Cilincing dipersiapkan untuk menampung pasien Covid-19 dengan kapasistas sebanyak 1.020 pasien dari satu tower, sementara Kepala Unit Pengelolaan Rumah Susun III, Vita Nurviatin mengatakan sebanyak 1-5 tower disiapkan untuk lokasi pasien Covid-19. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lima tower di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, akan segera digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Kelima tower itu maksimal bisa menampung 5.100 pasien.

Komandan Lapangan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin, mengatakan, pihaknya akan menggunakan tower nomor 1 hingga 5. Tower nomor 1 - 4 untuk pasien Covid-19. Sedangkan tower 5 untuk tempat istirahat tenaga kesehatan sekaligus green zone.

Baca Juga

"Alternatif terakhir, apabila empat tower penuh, maka tower nomor 5 diaktifkan sebagai tempat isolasi," kata Arifin saat meninjau kesiapan Wisma Nagrak, Jumat (18/6).

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun III, Vita Nurviatin, mengatakan, Rusun Nagrak terdiri atas 14 tower. Tower 11 - 14 sudah ada penghuninya. Adapun tower 1 - 10 memang masih kosong.

Untuk saat ini, kata Vita, hanya tower 1 - 5 yang digunakan sebagai tempat isolasi terkendali. Tiap tower berisikan 272 unit. Tiap unit dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu kamar mandi.

Satu unit, kata dia, bisa diisi dua pasien. Berarti kapasitas satu tower bisa 510 pasien. "Tapi kemarin arahan dokter Ariffin minta bisa dimaksimalkan karena ruang tamunya bisa diletakkan dua bed," kata Vita yang merupakan penanggung jawab Rusun Nagrak.

Jika satu unit dimaksimalkan jadi empat bed, maka satu tower bisa diisi 1.020 pasien. Artinya empat tower bisa diisi 4.080 pasien. Jika kelima tower digunakan, maka bisa diisi 5.100 pasien.

"Tapi, nanti Dinas Kesehatan DKI di lapangan yang menentukan berapa kapasitasnya. Misal satu keluarga bisa satu kamar," kata Vita.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, dr Fify Mulyani, tak menyinggung banyak soal kapasitas. Ia hanya bilang, Rusun Nagrak akan segera digunakan sebagai tempat isolasi. Sebab, tempat isolasi lain sudah hampir penuh.

Untuk diketahui, RSD Wisma Atlet Kemayoran kini sudah terisi 78,6 persen. Sedangkan tower 8 Wisma Atlet Pademangan yang baru digunakan sehari sudah terisi 41,6 persen.

"Kita masih menunggu arahan pimpinan untuk memulai pelayanan di Rusun Nagrak ini. Kita sekarang dalam proses percepatan pengisian sarana prasarana dan penyiapan SDM," kata Fify.

Fify menambahkan, lima tower di Rusun Nagrak bakal digunakan untuk masyarakat DKI Jakarta. Kriteria yang bisa menjalani isolasi di Rusun Nagrak adalah pasien Covid-19 OTG (orang tanpa gejala) non-komorbid.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement