Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Tunisia akan Selidiki Upaya Pembunuhan Presiden

Sabtu 19 Jun 2021 00:16 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Nur Aini

Presiden Tunisia Kais Saied

Presiden Tunisia Kais Saied

Foto: AP Photo/Mosa'ab Elshamy
Presiden tidak menyebut kelompok orang yang mungkin berada di balik upaya pembunuhan

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Tunisia pada Kamis (17/6) telah meluncurkan penyelidikan atas upaya pembunuhan terhadap Presiden Kais Saied. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kehakiman Tunisia Hasna Ben Slimane pada radio lokal Mosaique bahwa ia menyetujui pengadilan banding yang menyelidiki upaya tersebut.

"Mereka yang ingin berdialog, tidak akan pergi keluar negeri secara diam-diam untuk menggulingkan presiden dengan cara apapun, bahkan dengan pembunuhan," kata Saied, dalam pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Tunisia, dilansir di Anadolu Agency, Jumat (18/6).

Baca Juga

Walaupun demikian, Saied tidak menyebut kelompok orang yang mungkin berada di balik upaya semacam itu. Hal itu bisa menjadi sebuah kelalaian yang dapat meningkatkan ketegangan di negara yang terpolarisasi tersebut.

Pada Januari 2021, sebuah amplop mencurigakan sampai di Istana Kepresidenan Carthage. Pihak istana sempat mengkhawatirkan surat tersebut merupakan salah satu upaya pembunuhan. Tetapi kemudian tidak ditemukan bubuk beracun di dalam amplop tersebut.

Tunisia telah dicengkeram oleh krisis mendalam sejak 16 Januari ketika Perdana Menteri Hichem Mechichi mengumumkan perombakan kabinet. Perombakan kabinet tersebut menemui kendala karena Saied menolak untuk mengatur upacara pelantikan para menteri baru.

Negara itu saat ini berada di tengah kemerosotan ekonomi besar. Tekanan ekonomi itu juga diperparah oleh pandemi Covid-19 yang menyerang negara tersebut. Beberapa daerah di Tunisia melancarkan protes terkait krisis yang tengah terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA