Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Kasus Covid-19 Melonjak, Dewa United Tunda Grand Launching

Jumat 18 Jun 2021 20:52 WIB

Red: Endro Yuwanto

Peluncuran Dewa United Esports, awal tahun ini.

Peluncuran Dewa United Esports, awal tahun ini.

Foto: Dok. Due
Ini demi mendukung kebijakan pemerintah seiring kenaikan kasus Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewa United memutuskan untuk menunda acara grand launching yang sudah dijadwalkan berlangsung di ICE BSD, Tangerang, dan disiarkan langsung melalui Youtube pada Ahad, 20 Juni 2021. Ini seiring lonjakan kasus Covid-19.

"Kami lihat kondisi (kasus) Covid-19 meningkat. Maka, dengan berat hati kami adakan pengunduran grand launching," kata founder Dewa United Tommy Hermawan Lo, dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/6).

Menurut Tommy, tim Dewa United sebenarnya telah mempersiapkan secara matang untuk pergelaran grand launching, termasuk ratusan kru yang telah berlatih sejak sebulan lalu. Bahkan, Tommy mengaku sudah mendapatkan izin untuk penyelenggaraan grand launching Dewa United, tetapi karena pertimbangan aspek kesehatan akhirnya diputuskan ditunda.

"Bukan tidak mendapatkan izin, kami sudah dapat izin. Tapi mau gimana lagi? Daripada klaster-klaster tambah banyak. Karena kami ada 100 pemain, dari sepak bola, basket, dan esport. Kurang lebih 300-an orang ditambah kru-kru lain," jelas Tommy.

Jadi, kata Tommy, keputusan untuk menunda grand launching itu demi mendukung kebijakan pemerintah seiring kenaikan kasus Covid-19 yang kini tembus 10 ribu orang per hari, meski acara itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Tommy menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak, baik tamu undangan, kru, pemain, media, hingga masyarakat yang sudah siap berpartisipasi. "Kami tidak mau menyusahkan pemerintah, tidak mau membuat klaster-klaster baru. Karena sudah mencapai 10 ribu (kasus) per hari. Kami ikutin program pemerintah supaya bisa membantu mencegah Covid-19," katanya.

Mengenai kapan rencana grand launching digelar lagi, Tommy mengaku belum bisa memastikan seiring dengan masih tingginya kasus Covid-19 di Jakarta dan beberapa daerah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA