Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Mendes Dukung BUMDes di NTT Kampanyekan Produk Lokal 

Jumat 18 Jun 2021 14:32 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Mendes dukung BUMDes di NTT kampanyekan produk lokal 

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar. Mendes dukung BUMDes di NTT kampanyekan produk lokal 

Foto: Kemendes PDTT
BUMDes didirikan untuk kesejahteraan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menghadiri acara puncak Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang bertajuk Kilau Digital Permata Flobamora, Jumat (18/6) secara virtual. Dengan kegiatan ini, Mendes PDTT berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut mengkampanyekan produk kebanggaan lokal.

Kementerian Komunikasi dan Informatika bertindak sebagai //movement manager dalam acara yang digelar di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Acara ini dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin dan dihadiri secara langsung oleh sejumlah pejabat negara seperti Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menkominfo Johnny G Plate, dan Gubernur NTT Victor B Laiskodat.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memberi apresiasi atas penyelanggaraan Gernas BBI ini. Ia juga mengucapkan selamat atas peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora NTT.

"Semoga melalui Gernas BBI ini, semangat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terus meningkat hingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional dalam pandemi Covid-19 ini," kata Halim Iskandar, Jumat (18/6).

Karena itu, optimalisasi peran BUMDes yang telah berbadan hukum sebagai imbas lahirnya UU Cipta Kerja akan terus digenjot. Peran ini akan dioptimalisasi untuk mengkonsolidasi berbagai usaha yang dilakukan masyarakat.

Sebab, syarat berdirinya BUMDesa atau BUMDesa Bersama adalah untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Sehingga unit usaha yang dijalankan tidak boleh sama dengan usaha yang telah dilakukan oleh warga desa. Justru tugasnya untuk mengkonsolidasi usaha dari hulu hingga hilir, utamanya terkait dengan distrubusi barang dan upaya pencarian pasar produk desa.

"Oleh karenanya, sebuah keniscayaan bagi BUMDesa untuk terus ditingkatkan kemampuan digitalisasinya," kata Halim.

Soal pemanfaatan Dana Desa, Halim mengatakan Dana Desa bisa digunakan untuk pelatihan digitalisasi. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Dana Desa bisa dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM di desa.

"Ketika digunakan untuk dua hal itu maka Dana Desa digunakan, tentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Halim.

Dalam acara itu, Mendagri Tito Karnavian, Menparekraf Sandiaga Uno, Menkop UKM Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur BI Perrry Warjiyo turut memberikan apresiasi mereka.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA