Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Bangkrut, Dua Maskapai Ini Dilelang Seharga Rp 6,621 Triliun

Jumat 18 Jun 2021 09:04 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi penerbangan. Maskapai penerbangan Alitalia dan Air Berlin akan dilelang.

Ilustrasi penerbangan. Maskapai penerbangan Alitalia dan Air Berlin akan dilelang.

Maskapai Air Berlin, Alitalia, dan Jet Airways India telah mengajukan kebangkrutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah kreditur yang membeli obligasi terkait PJSC Etihad Airways sedang bersiap untuk melelang maskapai penerbangan Alitalia dan Air Berlin senilai 463 juta dolar AS atau setara Rp 6,621 triliun (kurs Rp 14.300 per dolar AS). Hal itu dilakukan untuk memulihkan sebagian investasi mereka karena maskapai tersebut mengalami kebangkrutan.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (17/6) perwakilan amanat obligasi yang diterbitkan oleh EA Partners I dan II menyewa Barclays Bank Plc untuk mengatur penjualan. Pembeli potensial akan dapat mengakses dokumentasi pada 21 Juni 2021 dan lelang akan berlangsung dalam waktu dua pekan.

Baca Juga

Air Berlin, Alitalia, dan Jet Airways India sebelumnya telah mengajukan kebangkrutan. Sementara itu, sejauh ini kreditur gagal mencapai kesepakatan atas utang Air Seychelles dengan pemerintah setempat.

Investor di EA Partners hanya menerima 43 persen dari uang mereka ketika wesel tersebut jatuh tempo tahun lalu. Pemegang obligasi EA Partners II juga hanya menerima sebagian dari uang yang terutang saat wesel jatuh tempo awal bulan ini.

Di sisi lain, pemegang obligasi termasuk BlueBay Asset Management, Sandglass Capital Advisors, Sancta Capital, dan VR Global Partners tidak dapat membawa Etihad Airways ke meja perundingan selama dua tahun terakhir. Hal tersebut terjadi karena operator penerbangan tersebut tidak mengakui utang itu sebagai miliknya.

Etihad Airways menjual obligasi senilai 1,2 miliar dolar AS antara 2015 dan 2016 dengan bantuan pemodal Lars Windhorst dan Goldman Sachs Group Inc. Hal tersebut dilakukan untuk menopang maskapai penerbangan yang merugi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA