Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Pria di Spanyol Dinyatakan Bersalah, Bunuh dan Makan Ibunya

Jumat 18 Jun 2021 04:50 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Teguh Firmansyah

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Alberto Sanchez Gomez dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan lima bulan penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Seorang pria Spanyol bernama Alberto Sanchez Gomez dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan lima bulan lantaran membunuh dan memakan ibunya di sebuah apartemen yang mereka tinggali di kawasan Madrid. Menurut keterangan Pengadilan Provinsi Madrid yang diterbitkan pada Selasa (15/6), insiden itu berlangsung selama 15 hari pada awal 2019.

Korban yang tidak disebutkan namanya dalam pernyataan pengadilan telah diidentifikasi oleh media lokal sebagai Maria Soledad Gomez. Sanchez saat ini berusia 28 tahun. Dia ditangkap pada Februari 2019, dan persidangannya dimulai pada April. Hukuman 15 tahun penjara yang menjeratnya terkait dengan pembunuhan dan lima bulan untuk penodaan mayat.

Sanchez juga harus membayar sekitar 73 dolar AS  kepada saudaranya sebagai kompensasi.  Demikian laporan keputusan pengadilan. Pihak pengadilan diketahui menolak pembelaan dari pihak Sanchez yang mengklaim bahwa Sanchez terganggu secara psikologis.  

"Petugas menemukan sisa-sisa korban di kotak Tupperware," polisi nasional Spanyol menulis cicitan pada saat penangkapannya. Maria Gomez tidak terlihat selama sebulan.

Sanchez mencekiknya sampai mati setelah sebuah pertengkaran terjadi. Demikian menurut sebuah dokumen yang dikirim ke CNN oleh Kantor Kejaksaan Madrid pada awal persidangan.

Dia kemudian memutilasi korban dan menyimpan beberapa potongan di lemari es dan membuang yang lain ke tempat sampah di kantong plastik. Atas perbuatannya, Sanchez telah dijuluki ‘kanibal Las Ventas’ oleh media lokal.

Pada Desember 2018, dua pria Afrika Selatan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena pembunuhan yang oleh penduduk setempat disebut sebagai ‘kasus kanibal’.

Tahun sebelumnya, seorang tabib tradisional Afrika Selatan bernama Nino Mbatha muncul di kantor polisi membawa kaki dan tangan manusia, mengatakan kepada petugas bahwa dia ‘lelah memakan daging manusia’. Mbatha kemudian membawa polisi ke sebuah rumah dimana lebih banyak bagian tubuh ditemukan. Dia kemudian membantah memakan daging manusia, tetapi dihukum karena pembunuhan bersama pria lain, Lungisani Magubane.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA