Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

Wednesday, 22 Safar 1443 / 29 September 2021

OTG atau Bergejala Ringan Jangan Takut Isolasi di Shelter

Kamis 17 Jun 2021 22:50 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Bilik siap digunakan di Shelter Gose Covid-19, Bantul, Yogyakarta, (ilustrasi)

Bilik siap digunakan di Shelter Gose Covid-19, Bantul, Yogyakarta, (ilustrasi)

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Di shelter ada tim kesehatan yang 24 jam memantau, tidak seperti di rumah

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Untuk kurangi peningkatan kasus positif Covid-19 usai libur Lebaran harus ditempuh upaya-upaya, salah satunya isolasi mandiri. Terutama, bagi yang OTG maupun bergejala tapi ringan yang mana mayoritas dialami oleh masyarakat.

Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein, menuturkan yang saat ini sedang terpapar Covid-19 dan menjalani isoman di Unires dan UMY juga memaparkan beberapa kekhawatiran yang dialami masyarakat. Terutama, tentang isoman.

Ada yang takut berlanjut parah, tidak bisa berhubungan dengan keluarga, tidak bisa terdukung keluarga dan lain-lain. Padahal, di shelter ada tim kesehatan yang 24 jam memantau, tidak seperti di rumah dan tidak semua bisa masuk.

Rahmawati melihat, isoman di shelter cocok untuk karakter masyarakat karena kedisiplinan masyarakat Indonesia tidak sama dengan negara-negara lain. Yang mana, memang di sana tidak disarankan di shelter, tapi orang-orang disiplin.

Selain itu, kita juga tidak punya kemampuan memonitor diri, jadi berbahaya bagi yang bergejala untuk isolasi mandiri di rumah. Sebab, saat kita tidak memiliki kemampuan memahami fisik kita, klinis kita akan berbahaya jika kita di rumah.

"Apalagi yang bergejala, karena saya bergejala, saya memutuskan untuk di shelter," ujar Rahmawati, Kamis (17/6).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Masyarakat, Kementrian Kesehatan, dr Eka Yusuf Singka menambahkan, mereka yang jalani isolasi mandiri di shelter tidak perlu berkecil hati. Cukup perbanyak doa dan jalankan protap isolasi sebaik-baiknya.

"Ini merupakan salah satu terobosan Muhammadiyah hadir ditengah-tengah situasi seperti ini dengan inovasi yang bagus, bukan hanya untuk Muhammadiyah, namun juga untuk masyarakat di sekitarnya," kata Eka. (Wahyu Suryana)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA