Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Kurangi Risiko Sakit Jantung dengan Teh Hijau

Kamis 17 Jun 2021 20:18 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Konsumsi teh akan mengarah ke kondisi jantung yang lebih sehat.

Konsumsi teh akan mengarah ke kondisi jantung yang lebih sehat.

Foto: www.freepik.com
Konsumsi teh akan mengarah ke kondisi jantung yang lebih sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada banyak penelitian menunjukkan bahwa mengurangi risiko penyakit jantung bisa dengan menyantap minuman enak, seperti teh hitam, teh hijau, teh putih, bahkan teh herbal. Namun, satu studi observasional besar di European Journal of Preventive Cardiology, menganalisis informasi kesehatan dan perilaku dari 100 ribu orang di China selama lebih dari tujuh tahun.

Laporan yang terbit pada 2020 ini menemukan bahwa kebiasaan minum teh hijau lebih dari tiga cangkir teh sepekan mampu mengurangi risiko sakit jantung hingga 20 persen. Selain itu, juga mengurangi risiko meninggal karena penyakit jantung hingga 22 persen.

Studi lain terhadap lebih dari 40 ribu orang dewasa di Jepang yang diterbitkan di Journal of American Medical Association melihat risiko kematian 26 persen lebih rendah akibat serangan jantung atau stroke. Manfaat ini didapatkan dari orang yang minum lebih dari lima cangkir teh hijau sehari.

Untuk memahami alasan minum teh sangat baik untuk jantung, kita perlu melihat bagaimana tekanan darah mempengaruhi kesehatan jantung. Tekanan darah tinggi yang disebut hipertensi, merusak dinding arteri dan membuatnya kaku, dan mungkin menyebabkan penyumbatan.

Semakin tinggi tekanan darah kita, maka semakin besar risiko yang dimiliki penyakit kardiovaskular (CVD), penyakit jantung, dan stroke. Ketika pembuluh darah tidak elastis seperti seharusnya, aliran darah dan oksigen ke dan dari jantung akan berkurang. Hal ini menyebabkan nyeri dada, dan kemungkinan serangan jantung atau gagal jantung.

"Penelitian menunjukkan konsumsi teh akan mengarah ke kondisi jantung yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit jantung," kata Ahli Gizi Lisa Richards, dilansir dari EatThis, Kamis (17/6).

"Hal itu dikarenakan, teh mengandung senyawa tanaman bermanfaat yang dikenal sebagai polifenol, yang bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh," lanjutnya.

Teh dan metabolitnya seperti polifenol berperan dalam relaksasi arteri dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan aktivitas oksida nitrat di endotelium, lapisan sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Oksida nitrat adalah vasodilator yang menyebabkan endotelium rileks, melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah. Senyawa kunci teh adalah EGCG.

Teh juga bisa secara signifikan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke dengan mengurangi low-density lipoprotein (LDL), yakni kolesterol jahat yang bisa menumpuk di arteri dan membentuk plak.

"Teh hijau penuh dengan polifenol dan katekin, dua senyawa antioksidan yang dikenal karena sifat anti-inflamasinya," kata pakar kuliner dan teh di The Spice & Tea Exchange, Kristen Lorez.

"Teh hijau adalah sumber yang sangat kaya akan bentuk katekin kuat yang disebut epigallocatechin gallate, atau EGCG, yang telah terbukti mematikan gen yang memicu obesitas, diabetes, dan penyimpanan lemak perut," ungkap lanjutnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA