Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Allah SWT Tetap Berhak Disembah Meski tak Ada Surga Neraka

Kamis 17 Jun 2021 17:35 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Allah SWT merupakan Dzat yang memang berhak disembah satu-satunya. Ilustrasi Lafadz Allah

Allah SWT merupakan Dzat yang memang berhak disembah satu-satunya. Ilustrasi Lafadz Allah

Foto: Foto : MgRol112
Allah SWT merupakan Dzat yang memang berhak disembah satu-satunya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Terkadang sebagian orang menyembah atau ibadah kepada Allah SWT karena menginginkan sesuatu atau karena takut sesuatu. Padahal sesungguhnya Allah SWT berhak untuk disembah  manusia, sekalipun Allah SWT tidak menciptakan surga dan neraka. 

Dalam pandangan Syekh Ibnu Athaillah, menyembah atau beribadah kepada Allah karena Allah saja, jangan karena ingin sesuatu atau takut sesuatu. 

Baca Juga

مَنْ عَبَدَهُ لِشىءٍ يَرْجُوهُ مِنْهُ اَوْلِيَدْفَعَ بِطاَعَتِهِ وُرودُ العُقُوبَتِ عَنْهُ فَماَ قَاَمَ بِحَقِّ اَوْصَافِهِ

"Siapa yang menyembah Allah karena mengharapkan sesuatu atau untuk menghindari hukuman dari-Nya, maka ia belum menunaikan hak kewajibannya terhadap sifat-sifat Allah SWT." (Syekh Athaillah, Kitab Al-Hikam) 

Terjemah Kitab Al-Hikam karya Ustadz Bahreisy menambah penjelasan maksud Syekh Athaillah tersebut, agar semakin mudah dipahami. 

Dia menjelaskan bahwa Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada Nabi Dawud, alaihissalam. "Sesungguhnya orang yang sangat Aku (Allah) kasihi adalah orang yang beribadah bukan karena upah pemberian. Tapi semata-mata karena Aku (Allah) berhak untuk disembah." 

Di dalam kitab Zabur yang diturunkan Allah kepada Nabi Dawud Alaihissalam, dikatakan, "Siapakah yang lebih kejam dari orang yang menyembah-Ku (menyembah Allah) karena surga atau neraka. Apakah jika Aku (Allah) tidak membuat surga dan neraka, maka Aku tidak berhak untuk disembah." 

Sesungguhnya, pemberian Allah kepada hamba itu lebih dari yang diharapkan, yaitu hidupnya, nafasnya, pancainderanya, kesehatannya, dan lain-lainnya. 

Abu Hazim berkata, "Saya malu menyembah Allah karena menginginkan pahala, seperti seorang buruh yang buruk jika tidak dibayar maka tidak bekerja. Seperti budak yang buruk, mau menyembah karena takut disiksa. Seperti budak yang curang, jika ia tidak takut disiksa maka tidak mau bekerja. Saya menyembah Allah karena cinta kepada-Nya." 

Sufyan Ats Tsauri atau Sufyan bin Said bin Masruq bin Habib bin Rafi bin Abdillah, meminta nasihat dari Rabiah Al Adawiyah. Maka berkata Rabiah, "Kamu orang yang baik seandainya kamu tidak cinta kepada dunia."  

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA