Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

AS-Rusia Sepakat Minimkan Risiko Perang Nuklir

Jumat 18 Jun 2021 00:15 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden AS Joe Biden, kanan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, bertemu, sebelum KTT AS-Rusia, di Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.

Presiden AS Joe Biden, kanan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, bertemu, sebelum KTT AS-Rusia, di Jenewa, Swiss, Rabu, 16 Juni 2021.

Foto: AP/Denis Balibouse/Pool Reuters
AS dan Rusia akan memulai dialog stabilitas strategis bilateral terintegrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk meminimalisasi ancaman perang nuklir. Hal itu tercapai setelah mereka melakukan pertemuan perdana di Jenewa, Swiss, pada Rabu (16/6).

Dalam pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan disebutkan bahwa AS dan Rusia telah menunjukkan kemampuan, bahkan dalam periode ketegangan, mengurangi risiko konflik bersenjata serta ancaman nuklir. "Hari ini, kami menegaskan kembali prinsip bahwa perang nuklir tidak dapat dimenangkan,” kata Biden dan Putin, dikutip laman Anadolu Agency.

Keduanya mengatakan, AS dan Rusia akan memulai dialog stabilitas strategis bilateral terintegrasi dalam waktu dekat. “Melalui dialog ini, kami berusaha meletakkan dasar bagi pengendalian senjata dan langkah-langkah pengurangan risiko di masa depan,” ujar mereka.

Sesaat setelah pertemuan bilateral berakhir, Putin memang mengungkapkan bahwa AS dan Rusia sepakat mengadakan konsultasi tentang stabilitas strategis serta kontrol senjata. “Kami sepakat bahwa konsultasi di tingkat antar-lembaga akan dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS dan Kementerian Luar Negeri Rusia. Rekan-rekan di tingkat kerja akan menentukan susunan delegasi, tempat kerja dan seberapa sering pertemuan ini akan diadakan," kata Putin kepada awak media, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Awal tahun ini, Rusia dan AS sepakat memperpanjang perjanjian Treaty on Measures for the Further Reduction and Limitation of Strategic Offensive Arms (New START). New START adalah perjanjian kontrol senjata yang dijalin Moskow dan Washington sejak 2010 dan seharusnya berakhir pada 5 Februari lalu. Perjanjian itu melarang kedua negara mengerahkan lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir, membatasi rudal, dan pengebom berbasis darat serta kapal selam yang mengirimnya.

Sebelumnya AS dan Rusia juga terikat dalam perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF). Perjanjian itu bubar setelah kedua negara saling tuding melanggar poin-poin kesepakatan. INF ditandatangani pada 1987. Ia melarang Washington dan Moskow memproduksi dan memiliki rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA