Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Efek Samping Vaksin Covid-19, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Jumat 18 Jun 2021 07:15 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Reiny Dwinanda

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/6). Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk meringankan dan mengatasi efek samping vaksinasi Covid-19.

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/6). Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk meringankan dan mengatasi efek samping vaksinasi Covid-19.

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Seperti vaksin lainnya, vaksin Covid-19 juga dapat memicu terjadinya efek samping.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah ada 15 macam vaksin Covid-19 yang kini bisa digunakan di dunia. Sebagaimana vaksin-vaksin lainnya, vaksin Covid-19 juga dapat memicu terjadinya efek samping.

Setiap orang dapat menunjukkan reaksi yang berbeda setelah divaksinasi. Sebagian mungkin bisa mengalami sedikit atau bahkan tidak ada efek samping sama sekali, sedangkan sebagian lainnya mengalami cukup banyak efek samping.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, ada beberapa efek samping vaksin Covid-19 yang paling umum terjadi. Efek samping tersebut di antaranya adalah kelelahan, demam, sakit kepala, nyeri badan, menggigil, mual, diare, dan sakit di area suntikan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS mengungkapkan bahwa efek samping yang muncul setelah vaksinasi merupakan hal normal. Efek samping ini biasanya akan mereda dan hilang dalam beberapa hari setelah vaksin disuntikkan.

Bila mengalami efek samping setelah vaksinasi Covid-19, ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk meringankan dan mengatasinya. Berikut ini adalah lima di antaranya, seperti dilansir Medical News Today.

Obat bebas
Ada obat-obat bebas atau over the counter (OTC) yang bisa membantu meringankan keluhan dan efek samping setelah vaksinasi Covid-19. CDC menganjurkan obat-obatan ini diminum setelah seseorang mendapatkan vaksin Covid-19 dan mengalami gejala efek samping.

CDC tidak menganjurkan orang-orang untuk mengonsumsi obat bebas sebelum vaksinasi untuk "mencegah" timbulnya gejala.

Beberapa contoh obat OTC yang dapat membantu mengatasi efek samping vaksin Covid-19 adalah ibuprofen, asetaminofen atau parasetamol, dan aspirin. Obat-obat bebas ini dapat membantu meredakan gejala, seperti nyeri otot, sakit di area suntikan, atau kombinasi dari masalah-masalah ini.

Pengobatan rumahan
Bila tak ingin menggunakan obat bebas, ada cara lain yang dapat dilakukan untuk meringankan efek samping vaksin Covid-19 di rumah, salah satunya dengan pengobatan atau perawatan ala rumahan.

Sebagai contoh, penggunaan kompres dingin dapat membantu meredakan rasa sakit pada area suntikan. Kompres dingin juga bisa membantu meringankan gejala nyeri otot atau sendi.

Untuk mengurangi rasa sakit atau kaku di lengan, gerakkan lengan sebanyak mungkin. Meski tampak tidak nyaman, cara ini dapat membantu mencegah munculnya kekauan yang lebih berat pada waktu berikutnya.

Sedangkan untuk keluhan demam ringan dan menggigil, meminum air putih yang banyak dapat membantu. Selain itu, pastikan pakaian yang dikenakan ringan dan berlapis dapat membantu mencegah overheating.

Bertanya ke apoteker
Apoteker dapat membantu memilihkan obat bebas yang sesuai untuk mengatasi keluhan setelah vaksinasi Covid-19. Apoteker biasanya akan memilihkan obat bebas dengan mempertimbangkan riwayat kesehatan hingga obat-obatan yang mungkin sedang dikonsumsi oleh penerima vaksin agar tidak terjadi interaksi obat yang tak diinginkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA