Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Kepatuhan Bermasker yang Melorot Saat Jakarta Genting

Kamis 17 Jun 2021 16:43 WIB

Red: Indira Rezkisari

Pengemudi yang memakai masker untuk meredam penyebaran wabah virus corona melewati jam sibuk lalu lintas di Jakarta, Indonesia. Dinkes DKI Jakarta mencatat kepatuhan penggunaan masker turun menjadi hanya 30 persen.

Pengemudi yang memakai masker untuk meredam penyebaran wabah virus corona melewati jam sibuk lalu lintas di Jakarta, Indonesia. Dinkes DKI Jakarta mencatat kepatuhan penggunaan masker turun menjadi hanya 30 persen.

Foto: AP/Achmad Ibrahim
Data Dinkes DKI Jakarta kepatuhan bermasker turun hingga 70 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Flori Sidebang, Ali Mansur, Antara


Jakarta sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Kenaikan kasus Covid-19 di Ibu Kota terus bertambah.

Setahun lebih setelah pandemi berjalan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat namun justru menurun. Di DKI Jakarta kepatuhan penggunaan masker bahkan menurun drastis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Widyastuti, mengungkapkan, tingkat ketaatan masyarakat Ibu Kota terhadap prokotol kesehatan, khususnya penggunaan masker menurun drastis. Dia menyebut, saat ini tingkat kepatuhan tersebut hanya sekitar 30 persen.

“Akhir-akhir ini menurun menjadi 20-30 persen,” kata Widyastuti, dalam video yang diunggah akun Youtube BNPB, Kamis (17/6).

Widyastuti menjelaskan, jika berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya pada awal dan akhir tahun 2020 lalu, ketaatan protokol kesehatan masyarakat dalam menggunakan masker mencapai 60 persen. Namun, kini kepatuhan itu menurun.

“Ya, betul (turun 50 persen) ketaatan terhadap memakai masker, jadi kita di posisi terbaik itu sekitar 70 persen, tapi dalam era sekarang 20-25 persen,” ujarnya.

Padahal Widyastuti menilai, penggunaan masker dapat menekan angka penularan Covid-19. Hal ini, kata dia, terlihat saat tingkat kepatuhan masyarakat mencapai 70 persen pada tahun lalu.

“Memang kita warga dalam titik karena sudah 1,5 tahun ini dibatasi aktivitasnya sehingga pada saat kemarin sempat kondisi menurun, jumlah kasus di DKI menurun,” tutur dia.

Mengatasinya, Widyastuti menuturkan, Pemprov DKI akan terus melakukan kampanye dan mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker sebagai langkah mencegah penularan virus corona. Di samping itu, program vaksinasi pun bakal terus dilaksanakan.

“Ini tentu harus kita imbau, makanya dalam suatu kegiatan kampanye yang kita lakukan meskipun DKI Jakarta ini termasuk provinsi yang cakupan vaksinnya cukup bagus. Tetapi tetap kita pesankan vaksinasi bukan satu-satunya cara, harus tetap dibareng pengetatan protokol kesehatan. Ini yang kita imbau,” jelas dia.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, menyampaikan situasi Jakarta tidak dalam keadaan baik di masa pandemi Covid-19 saat ini. Kasus Covid-19 di Ibu Kota Jakarta terus mengalami peningkatan.

"Saya titip salam kepada teman-teman wartawan, sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja, angka Covid terus naik," tegas Fadil Imran kepada awak media di Polda Metro Jaya, Kamis (17/6).

Menurut Fadil, meningkatnya kasus Covid-19 dilihat berdasarkan data pasien di wilayah hukumnya yang terus mengalami penambahan. Karena itu, ia meminta agar masyarakat, khusus warga Jakarta untuk lebih meningkatkan protokol kesehatan. Sehingga dapat menekan angka penularan Covid-19 agar tidak terus meningkat.

"Jumlah orang yang masuk rumah sakit makin meningkat. Mari jaga diri, jaga keluarga supaya taat prokes, supaya kita cepat keluar dari persoalan pandemi ini," ajak Fadil.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menargetkan melakukan vaksinasi Covid-19 secara massal kepada 147 ribu warga Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) dari 5-30 Juni 2021. Untuk mensukseskan program tersebut Polda Metro Jaya telah menyiapkan 600 tenaga kesehatan.

"Kami bersama dengan Kodam Jaya, ada 600 nakes yang kita siapkan sebagai Vaksinator dan sudah kita rencanakan 100 titik untuk melakukan vaksinasi," ujar Kabid Humas Pold Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Menurut Yusri, dari 147 ribu warga yang ditargetkan akan dibagi ke 10 Polres dan juga Polda Metro Jaya sendiri. Kemudian sebanyak 350-400 vaksin yang harus dilakukan oleh Polres setiap hari. Namun pihaknya tengah mendata ditempat yang menjadi skala prioritas yang harus didahulukan untuk vaksinasi.

"Contoh di tempat padat penduduk nantinya akan kita lakukan vaksinasi massal, ini terus masif diharapkan tanggal 30 vaksin itu sudah selesai kemudian akan diberikan lagi," ungkap Yusri.





BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA