Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Masjid Peninggalan Sahabat Nabi Muhammad akan Diperbaiki

Kamis 17 Jun 2021 14:43 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Perbaikan akan dilakukan di Masjid Nabi Muhammad.   Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim.

Perbaikan akan dilakukan di Masjid Nabi Muhammad. Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim.

Foto: Anadolu Agency
Perbaikan akan dilakukan di Masjid Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID,TIGRAY—Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA), Badan bantuan yang dikelola negara Turki berjanji akan merenovasi Masjid Al Nejashi di Tigray, wilayah paling utara Ethiopia. Kondisi masjid yang dibangun pada abad ke-7 oleh sahabat Rasulullah saat hijrah dari Makkah menuju Ethiopia melintasi Laut Merah itu sangat memprihatinkan, karena beberapa sisi bangunannya yang sudah runtuh dan menyisakan lubang besar di kubah utama masjid.

Empat tahun lalu masjid tersebut mengalami pemugaran besar-besaran dengan dukungan Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA). Namun, dalam konflik bersenjata baru-baru ini, itu mengalami kerusakan yang cukup besar dari tembakan mortir. Tigray telah menjadi sorotan sejak November lalu, ketika pemerintah Ethiopia melancarkan operasi penegakan hukum di wilayah tersebut terhadap separatis Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Baca Juga

Menurut PBB, lebih dari satu juta orang telah mengungsi di Tigray karena konflik yang sedang berlangsung, yang telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang sangat membutuhkan bantuan pangan.

"Kami telah melakukan kontak dengan pihak berwenang di [ibukota Tigray] Mekele. "Biarkan semuanya tenang, dan kami akan memulihkannya,” kata Cengiz Polat, koordinator TIKA di Ethiopia, yang dikutip di Anadolu Agency. 

Pekan lalu, TIKA mengirim bantuan kemanusiaan ke Tigray di mana, menurut Polat, warga sipil menderita lebih dari sebelumnya karena konflik. “Ini adalah sumbangan yang rendah hati, tetapi kami melakukannya dari hati,” katanya.

Donasi tersebut mencakup berton-ton bahan makanan pokok, termasuk lentil, beras, minyak, dan tepung. “Pemerintah Turki akan segera memberikan sumbangan lain untuk barang-barang non-makanan,” tambahnya.

L"Kami hanya ingin menunjukkan bahwa Ethiopia sangat penting bagi kami di Afrika, dan kami ingin meningkatkan hubungan kami dengan Ethiopia dan kami ingin membantu Ethiopia di masa-masa sulit ini,” pungkasnya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA