Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Ancam Terobos Masjid Scarborough, Pasangan Kanada Didakwa

Kamis 17 Jun 2021 14:09 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Ancam Terobos Masjid Scarborough, Pasangan Kanada Didakwa. Ilustrasi Borgol

Ancam Terobos Masjid Scarborough, Pasangan Kanada Didakwa. Ilustrasi Borgol

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Mereka didakwa memasuki Institut Islam Toronto (IIT) secara ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, SCARBOROUGH -- Seorang pria dan wanita di Kanada menghadapi dakwaan setelah dituduh berupaya memasuki Institut Islam Toronto (IIT) secara ilegal pada Selasa (15/6) waktu setempat. Sebelum tengah hari, pasangan tersebut dilaporkan berupaya memaksa masuk gedung Masjid Scarborough sembari melayangkan ancaman kepada staf yang hendak mengadangnya.

Kedua orang tersebut diduga berada di bawah pengaruh obat-obatan. Kronologi kejadian berawal ketika seorang pria dan wanita memperhatikan kunci di pintu gedung dan mencoba masuk ke dalamnya.

Baca Juga

Seorang anggota staf masjid kemudian mengadang mereka. Namun, pria tersebut diduga mengangkat sebuah benda dan mengancam akan meledakkan gedung tersebut. Sementara pelaku wanita diduga mengarahkan jarinya dalam bentuk pistol dan mengancam akan menembak anggota staf tersebut.  

Korban lantas melarikan diri dari lokasi tersebut dan menghubungi polisi yang kemudian tiba dalam hitungan menit. Polisi segera membawa pria dan wanita itu ke tahanan. Tidak ada cedera yang dilaporkan dalam insiden itu.

Belakangan diketahui pelaku adalah Nickodemo Bruzzese (24 tahun) dari Toronto dan Samantha Stone (22) tanpa alamat tetap. Keduanya didakwa memaksa masuk, melakukan ancaman kematian, dan merusak properti yang dinilai membahayakan kehidupan.

Polisi mengatakan insiden itu masih dalam penyelidikan. Polisi juga meminta masyarakat tidak berspekulasi tentang motif pelaku. Sementara itu, polisi mengatakan sebuah benda yang diacungkan pelaku pria ditemukan sebagai satu set kunci.

Menyusul insiden itu, IIT menerbitkan sebuah pernyataan di Facebook untuk merinci apa yang telah terjadi. "Seperti yang telah Anda dengar, ada insiden di Institut Islam Toronto hari ini. Polisi dipanggil ketika dua orang berusaha mengakses gedung secara ilegal, dan mengucapkan ancaman ketika diadang. Mereka telah ditangkap dan ditahan polisi. Kami sedang berhubungan dengan polisi dan akan berbicara lebih banyak nanti," tulis IIT di Facebook, dilansir di City News, Kamis (17/6).

Pengelola masjid mengakui ada kekhawatiran yang meningkat setelah serangan bermotif kebencian terjadi di London, Ontario. Serangan di Ontario dilakukan oleh seorang anak berusia 20 tahun yang menabrakkan mobilnya ke keluarga Muslim, yang kemudian menewaskan empat orang dan satu orang luka parah. Insiden tabrak lari itu diduga dipengaruhi oleh ideologi islamofobia.

"Jika ada aspek islamofobia dalam insiden itu, kami akan memberi tahu masyarakat secepatnya. Untuk sementara, kami mendesak komunitas kami tidak berspekulasi saat penyelidikan berlangsung," kata IIT.

Polisi menambahkan unit kejahatan rasial telah dikabari terkait insiden tersebut. Akan tetapi, menurut polisi, saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan ini bermotivasi kebencian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA