Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Danai Startup Teknologi, SK Telecom Ikuti Jejak Softbank

Kamis 17 Jun 2021 12:53 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Startup

Ilustrasi Startup

Foto: Pixabay
SK Telecom ini dikabarkan telah menyiapkan anggaran hingga Rp 71,5 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Operator seluler terbesar di Korea Selatan, SK Telecom, berencana mengambil peran sebagai investor di perusahaan rintisan teknologi seperti yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi asal Jepang, oleh SoftBank Group Corp. SK Telecom ini dikabarkan telah menyiapkan anggaran hingga 5 miliar dolar AS atau setara Rp71,5 triliun untuk rencana akuisisi selama tiga tahun ke depan. 

SK Telecom saat ini sedang mengincar perusahaan teknologi seperti Coupang Inc yang merupakan e-commerce terbesar di Korea Selatan. Dari sekitar 5 miliar dolar AS yang dibutuhkan untuk memberi pendanaan bagi startup, sekitar 2 miliar dolar AS diantaranya akan didapatkan dari hasil penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan oleh lima anak perusahannya. 

Baca Juga

Beberapa anak perusahaan tersebut berpotensi mencatatkan sahamnya di New York, Amerika Serikat (AS). “Keinginan kami sangat sederhana, kami ingin harga saham kami naik. Ini sangat mirip dengan perusahaan yang terdaftar di Nasdaq. Kami telah melakukan segala yang kami bisa untuk meningkatkan nilai pemegang saham,” kata Wakil Presiden Eksekutif SK Telecom, Huh Seok-joon, dikutip Bloomberg, Rabu (16/6). 

Di antara serangkaian reformasi yang dilakukan, dewan SK Telecom memutuskan untuk membagi bisnis berusia 37 tahun itu menjadi dua perusahaan terpisah. Bisnis seluler dan telekomunikasi tradisional akan fokus pada arus kas dan dividen yang stabil, sementara SKT Investment akan didedikasikan untuk investasi, pertumbuhan, dan IPO. 

Kedua saham tersebut akan dicatatkan kembali pada November setelah absen selama satu bulan, menunggu persetujuan pemegang saham. Rencana tersebut juga mencakup pemecahan saham dengan rasio 5:1 untuk membuat saham lebih mudah diakses oleh investor ritel berpengaruh Korea Selatan. 

“Investor ritel masih menganggap telekomunikasi sebagai saham yang membosankan dan kami bekerja sangat keras untuk membalikkan keadaan. Perusahaan baru ini adalah perusahaan platform yang mirip dengan Kakao dan Naver,” kata Huh.

Setelah pemisahan selesai, SK Telecom bertujuan untuk meningkatkan nilai aset bersihnya sebesar 30 persen setiap tahun menjadi 67 miliar dolar AS atau setara Rp958,1 triliun pada tahun 2025 melalui investasi dan pengeluaran yang agresif. 

Reformasi yang dilakukan SK Telecom telah disambut gembira oleh investor, terutama investor asing Saham perusahaan naik 38 persen sepanjang tahun ini, memuncak pada level tertinggi dalam sekitar dua dekade pada pekan lalu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA