Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Berlian Terbesar Ketiga Dunia Ditemukan di Bostwana

Kamis 17 Jun 2021 11:47 WIB

Rep: Idealisa Masyarafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi berlian

Ilustrasi berlian

Foto: PickPik
Bostwana adalah produsen terbesar di Afrika.

REPUBLIKA.CO.ID, GABORONE -- Sebuah berlian terbesar ketiga yang pernah ditemukan dipajang di Botswana. Berlian seberat 1.098 karat itu diperlihatkan kepada Presiden Bostwana, Mokgweetsi Masisi, dua minggu setelah perusahaan berlian, Debswana, menggalinya.

Permata besar ini hanya sedikit lebih ringan dari berlian terbesar kedua di dunia yang juga ditemukan di Botswana pada 2015. Botswana adalah produsen berlian terbesar di Afrika.

Baca Juga

"Ini adalah berlian terbesar yang ditemukan oleh Debswana dalam sejarahnya selama lebih dari 50 tahun beroperasi," kata Lynette Armstrong, penjabat direktur pelaksana Debswana Diamond Company.

"Dari analisis awal kami, itu bisa menjadi batu kualitas permata terbesar ketiga di dunia," katanya, dilansir di BBC, Kamis (17/6).

Debswana adalah perusahaan patungan antara pemerintah dan raksasa berlian global De Beers dan hingga 80 persen dari pendapatan dari penjualan masuk ke kas negara melalui dividen, royalti, dan pajak.

Menteri Mineral Botswana, Lefoko Moagi, mengatakan temuan terbaru itu datang pada waktu yang baik bagi Botswana setelah pandemi menyebabkan penjualan berlian merosot tahun lalu.

Berlian terbesar yang pernah ditemukan adalah berlian Cullinan 3.106 karat yang ditemukan di Afrika Selatan pada 1905. Terbesar kedua adalah Lesedi La Rona 1.109 karat yang ditemukan di Botswana pada 2015.

Berlian yang baru ditemukan ditemukan di tambang Jwaneng ini belum diberi nama. Armstrong mengatakan, keputusan belum diambil apakah akan menjual batu langka dan luar biasa tersebut melalui De Beers atau melalui Okavango Diamond Company milik negara.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA