Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Syarat Aman Berolahraga untuk Pengidap Hipertensi

Kamis 17 Jun 2021 08:20 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Seorang warga bermain badminton di Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta, Kamis (19/11). Pengidap hipertensi dapat berolahraga dengan aman asalkan kondisinya terkontrol.

Seorang warga bermain badminton di Rusun Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta, Kamis (19/11). Pengidap hipertensi dapat berolahraga dengan aman asalkan kondisinya terkontrol.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengidap hipertensi dapat berolahraga dengan aman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekhawatiran mengenai keamanan berolahraga untuk pengidap tekanan darah tinggi mencuat menyusul wafatnya legenda bulu tangkis nasional Markis Kido usai berlatih di GOR Petrolin, Tangerang, pada Senin (14/6). Orang dengan riwayat hipertensi sebetulnya aman melakukan olahraga bulu tangkis, namun ada syaratnya.

"Untuk hipertensi yang terkontrol sebenarnya tidak apa apa, artinya terkontrol itu stabil normal dengan obat," ujar dokter spesialis jantung dan pembuluh dr Vito A Damay kepada Antara melalui pesan elektroniknya, dikutip Kamis.

photo
Pebulutangkis Markis Kido meninggal dunia saat sedang bermain bulu tangkis di di GOR Petrolin, Tangerang, Senin (14/6). Atlet yang bersama Hendra Setiawan meraih emas Olimpiade 2008 di Beijing, China ini diketahui mengidap hipertensi.- (EPA)

Hanya saja, terkadang penyandang hipertensi tak sadar penyakitnya sudah menyebabkan komplikasi, seperti penebalan jantung atau pembengkakan jantung. Untuk itu, Vito mengingatkan pentingnya pemeriksaan di organ target komplikasi hipertensi seperti dengan Elektrokardiogram (EKG), foto x-ray atau echo, pengecekan laboratorium fungsi ginjal, kolesterol, serta gula darah, dan pemeriksaan saraf mata.

Selain itu, orang dengan hipertensi dan pada umumnya juga perlu menjaga detak jantung maksimal agar tahu olahraga yang dilakukan memenuhi tujuan atau tidak, terutama untuk meningkatkan kesehatan jantung. Cara menghitungnya, yakni 220 dikurangi usia lalu dikali 60-70 persen untuk mendapatkan kisaran target detak jantung intensitas sedang.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA