Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Ahsan/Hendra Belum Temukan Permainan Terbaik

Kamis 17 Jun 2021 05:10 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan rekannya Hendra Setiawan.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan (kanan) dan rekannya Hendra Setiawan.

Foto: Antara
Ini jadi evaluasi bagi Ahsan/Hendra dan tim pelatih guna menjalankan program berikut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, harus mengakui keunggulan lawan pada pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020. Berlaga di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/6) malam, The Daddies kalah rubber game, 23-21, 13-21, dan 16-21 dari Moh Reza Pahlevi Isfahani/Muhammad Rian Ardianto yang merupakan pasangan dadakan.

Ahsan/Hendra di pertandingan kali ini mengaku memang belum menemukan pola permainan terbaiknya.

"Memang harus diakui lawan bermain cukup baik hari ini," kata Ahsan dalam rilis PBSI. "Selain itu, kami juga belum menemukan pola permainan yang kami mau. Masih banyak menunggu bola dan mainnya masih panjang-panjang."

Walau kalah, Ahsan/Hendra merasa punya keuntungan tersendiri dalam menjalani laga simulasi tersebut.

"Bagi kami, pertandingan ini sangat bagus. Jadi kami bisa mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang masih ada. Di sisa dua setengah pekan sebelum berangkat, akan kami perbaiki semua kekurangan itu," sahut Hendra. "Tidak ada pertandingan mungkin memang membuat kami belum menemukan irama permainan lagi. Dari sini kami bisa belajar untuk lebih siap lagi ke depan,"

Sementara itu, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa permainan Ahsan/Hendra terpengaruh program latihan yang ia berikan dalam beberapa waktu terakhir ini.

"Kalau saya melihatnya, mereka belum bisa kembali ke pola permainannya. Ini sepertinya terpengaruh dengan latihan yang saya berikan," jelas Herry. "Jadi beberapa waktu terakhir, latihan kami fokuskan pada penguatan otot tangan. Kalau dilihat tadi mainnya panjang-panjang, adu kuat, padahal gaya main Ahsan/Hendra tidak seperti itu. Ini saya rasa efek program tadi."

Lebih lanjut Herry mengatakan hasil ini menjadi evaluasi bagi dirinya dan tim pelatih untuk menjalankan program berikutnya.

"Positifnya, ketika saya tanya Ahsan/Hendra tentang kekuatan tangannya, mereka bilang ada peningkatan. Di sisa waktu ini, baru saya akan fokus ke pola main dan strategi," tutup Herry.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA