Denmark Minta UEFA Ubah Prosedur Laga Usai Eriksen Pingsan

Red: Endro Yuwanto

Gelandang timnas Denmark, Christian Eriksen, terlihat siuman usai kolaps pada laga Grup B  Euro 2020 melawan Finlandia, Sabtu (12/6).
Gelandang timnas Denmark, Christian Eriksen, terlihat siuman usai kolaps pada laga Grup B Euro 2020 melawan Finlandia, Sabtu (12/6). Foto: Friedemann Vogel/EPA
UEFA menyatakan memperlakukan masalah ini dengan sangat hormat pada situasi sensitif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Federasi Sepak Bola Denmark (DBU) meminta Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk mengubah prosedurnya setelah gelandang Christian Eriksen pingsan dalam pertandingan Piala Eropa (Euro) 2020 melawan Finlandia. Denmark ditawari kesempatan untuk memulai kembali pertandingan pada malam yang sama atau pukul 12.00 tengah hari pada hari berikutnya.

Meski para pemain Denmark terguncang, mereka tetap melanjutkan pertandingan dan kalah 0-1. Namun, pelatih Denmark Kasper Hjulmand dan para pemainnya sejak itu mengatakan bahwa mereka lebih suka untuk tidak bermain.

"Itu adalah keputusan yang salah dan benar-benar tidak dapat dipertahankan bahwa para pemain harus berada di lapangan begitu cepat setelah pengalaman yang mengerikan itu," kata ketua DBU Jesper Moller dalam sebuah pernyataan, seperti yang dikutip Reuters, Rabu (16/6). "Itu adalah situasi yang tidak boleh dilakukan oleh para pemain dan pelatih karena itu bukan dan tidak seharusnya menjadi keputusan mereka."

Menurut dokter yang menangani Eriksen, pemain Inter Milan itu menderita serangan jantung di lapangan dan dibawa ke rumah sakit. Ia sekarang dalam proses pemulihan.

UEFA telah menerima kritik tajam dari mantan pemain timnas Denmark Peter Schmeichel dan Michael Laudrup. Nama terakhir mengatakan bahwa pilihan untuk melanjutkan pertandingan pada Sabtu atau ahad bukanlah pilihan tepat.

"Kami sekarang menginginkan evaluasi dari seluruh proses pengambilan keputusan sehingga kami bisa mendapatkan semua fakta dan informasi yang relevan di atas meja," kata Moller. "Kami harus melihat perubahan aturan untuk memastikan tidak pernah berada dalam situasi yang sama lagi. Kami siap memberikan resolusi kepada UEFA."

Dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, UEFA menyatakan memperlakukan masalah ini dengan sangat hormat untuk situasi sensitif dan para pemain. "UEFA memutuskan untuk memulai kembali pertandingan hanya setelah kedua tim meminta untuk menyelesaikan pertandingan pada malam yang sama."

Denmark kini bersiap menghadapi Belgia dalam pertandingan kedua Grup B di Stadion Parken di Kopenhagen pada Kamis (17/6) malam pukul 23.00 WIB.

Terkait


Pelatih kepala Prancis Didier Deschamps

Lawan Hungaria, Prancis Incar Tiket ke Babak 16 Besar

Pelatih kepala Jerman Joachim Loew

Pelatih Jerman: Ronaldo Bukan Satu-satunya Ancaman Portugal

Logo EURO 2020 (ilustrasi)

Kasus Covid Melonjak, Moskow Tutup Zona Fans Euro 2020

Pelatih kepala Portugal Fernando Santos

Fernando Santos: Portugal Bukan Hanya Cristiano Ronaldo

Reaksi manajer Inggris Gareth Southgate pada pertandingan grup D kejuaraan sepak bola Euro 2020 antara Inggris dan Skotlandia di stadion Wembley di London, Sabtu (19/6) dini hari WIB.

Skotlandia Tahan Inggris, Southgate: Sungguh Buat Frustasi

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image