Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

565.161 Pelayan Publik di Sumut Sudah Vaksin Dosis Pertama

Rabu 16 Jun 2021 23:49 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Seorang petugas kesehatan menyuntikkan satu dosis vaksin COVID-19 Sinovac ke pasien saat vaksinasi massal untuk dosen universitas di Medan, Sumatera Utara, Senin (29/3).

Seorang petugas kesehatan menyuntikkan satu dosis vaksin COVID-19 Sinovac ke pasien saat vaksinasi massal untuk dosen universitas di Medan, Sumatera Utara, Senin (29/3).

Foto: EPA-EFE/DEDI SINUHAJI
Vaksinasi Covid-19 di Sumut terbesar masih tetap untuk pelayan publik

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Utara mengungkapkan sebanyak 565.161 orang pelayan publik di wilayah itu sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama.

"Vaksinasi Covid-19 terus berlangsung di Sumut. dari beberapa kriteria penerima vaksin yang diprogramkan pemerintah, untuk pelayan publik yang terbanyak divaksin di Sumut, " ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah di Medan, Rabu (16/6).

Untuk pelayan publik, vaksinasi untuk dosis pertama sudah diberikan kepada 565.161 orang, sedangkan untuk dosis kedua, vaksinasi untuk 307.021 orang. Aris menjelaskan untuk warga lanjut usia (lansia) dosis pertama sudah mencapai 147.712 orang dan dosis kedua 77.292 orang.

Sementara untuk sumber daya manusia kesehatan jumlah yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 72.885 orang dan dosis kedua 66.285 orang."Vaksinasi Covid-19 di Sumut, terbesar masih tetap untuk pelayan publik," katanya.

Aris menyebutkan, vaksinasi terus ditingkatkan oleh Pemprov Sumut untuk menekan penyebaran COVID-19 yang trennya meningkat. Kasus terpapar COVID-19 di Sumut terus bertambah atau menjadi 33.762 per 16 Juni 2021, setelah dalam satu hari bertambah 136 orang.

"Jumlah pasien sembuh memang juga meningkat atau totalnya sudah 30.024 orang .Tetapi karena masih ada terus tambahan pasien baru terkonfirmasi, Pemprov Sumut berupaya melakukan berbagai upaya penekanan jumlah yang terpapar, antara lain dengan vaksinasi COVID-19," ujar Aris.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA