Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sandiaga Bentuk Pola Perjalanan Bali-Sumbawa-Flores

Rabu 16 Jun 2021 22:18 WIB

Rep: Rizkyan Adiyuhda/ Red: Fuji Pratiwi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Kemenparekraf berencana membangun pola perjalanan pariwisata khusus di Bali, Bima Raya dan Sumbawa.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno. Kemenparekraf berencana membangun pola perjalanan pariwisata khusus di Bali, Bima Raya dan Sumbawa.

Foto: Prayogi/Republika.
Hal tersebut dilakukan guna menggenjot pemulihan pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berencana membangun pola perjalanan pariwisata khusus di Bali, Bima Raya dan Sumbawa. Hal tersebut dilakukan guna menggenjot pemulihan pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

"Kami akan lakukan penyelarasan kebijakan dan beberapa langkah-langkah strategis agar Bima Raya bisa menjadi travel pattern dari Destinasi Super Prioritas," kata Sandiaga dalam keterangan, Rabu (16/6).

Dia menjelaskan, Bima Raya dipilih sebagai venue dari Kolaborasi On The Road lantaran wilayah ini dekat dengan Labuan Bajo yang merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP). Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemenparekraf mengaku menyiapkan beberapa langkah strategis agar Bima Raya menjadi pola perjalanan dari DSP tersebut.

Sandiaga mengatakan, saat ini pemerintah juga tengah mempersiapkan segala aspek dalam menyambut ajang World Superbike pada November 2021 serta Moto GP Mandalika 2022. Sehingga Bima Raya, sambung Sandiaga, harus disiapkan sebagai destinasi yang juga akan mendapatkan limpahan dari peningkatan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo dan Mandalika.

"Karena selain dengan Labuan Bajo, Bima itu justru memiliki kedekatan dengan Mandalika, jadi kalau kita buat travel pattern ini sangat cocok dan bisa kita kembangkan," kata dia.

Dia mengatakan, Kemenparekraf melalui Badan Otorita Labuan Bajo Flores akan menciptakan satu kegiatan yang mensinergikan antara Bima Raya dengan Labuan Bajo dan Mandalika, termasuk Pulau Satonda yang terhubung dengan Bali mengingat besarnya potensi pariwisata serta beragam produk ekonomi kreatif di daerah-daerah tersebut.

Sandiaga melanjutkan, keseluruhan destinasi pariwisata tersebut akan terhubung mulai dari Bali, Bima Raya yang berada di Pulau Sumbawa serta Labuan Bajo di Pulau Flores dan Mandalika di Pulau Lombok. Di sisi lain, Kemenparekraf mengubah kolaborasi yang mencakup tiga konsep pemulihan setor pariwisata menjadi kolaboraksi.

Sandiaga mengatakan, salah satu konsep pariwisata yang dijalankan adalah pembentukan travel pattern dalam peningkatan kualitas dan keberlanjutan sektor pariwisata nasional. Dia melanjutkan, kebijakan mengubah frasa kolaborasi menjadi kolaboraksi bukanlah tanpa alasan.

Dia menyebut keputusan itu diambil untuk meningkatkan sinergi sekaligus penyelarasan kebijakan dan langkah strategis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terkait pengembangan sektor parekraf nasional. "Jadi ini butuh satu inovasi dan kreativitas dari kita di Kemenparekraf dan juga teman-teman yang mengelola pariwisata di daerah," kata Sandiaga.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA