Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Ini Kabar Perkembangan Vaksin Merah Putih

Rabu 16 Jun 2021 21:49 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Fuji Pratiwi

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio. LBM Eijkman menyatakan, perkembangan vaksin Merah Putih masih sesuai dengan rencana dan kini masih tahap transisi ke industri.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio. LBM Eijkman menyatakan, perkembangan vaksin Merah Putih masih sesuai dengan rencana dan kini masih tahap transisi ke industri.

Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari
Vaksin Merah Putih diharapkan bisa mendapat EUA pada Juni 2022 dari BPOM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terkait perkembangan vaksin Merah Putih, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengaku prosesnya masih sesuai dengan rencana dan kini masih tahap transisi ke industri. Kemudian pada Desember 2021 masuk tahap uji klinis dan diharapkan pada Juni 2022 mendapatkan EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Setelah mendapatkan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA), baru kemudian vaksin didistribusikan," ujar Amin Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio saat dihubungi Republika, Rabu (16/6).

Ia menambahkan, Eijkman akan terlibat dan mendampingi dari fase uji klinik, pengawasa mutu, hingga evaluasi.

Mengenai kecukupan kapasitas produksi vaksin, Amin menyebut hal itu ada di tangan Bio Farma. Sejauh ini Eijkman mendapatkan informasi Bio Farma memiliki kemampuan produksi 250 juta dosis per tahun. 

Sebelumnya Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Ismunandar mengatakan, apabila vaksin Merah Putih belum siap dalam waktu dekat, maka vaksin Merah Putih akan menjadi alternatif persediaan vaksin di masa depan.

"Baik sebagai booster kita belum tau apakah memang vaksin atau vaksinasi yang telah kita peroleh, beberapa dari kita itu sudah memperoleh itu akan bisa mempertahankan imunitas kita atau diperlukan booster di tahap-tahap tertentu, atau untuk mengantisipasi varian virus baru," kata Ismunandar, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6).

Pengembangan vaksin Merah Putih dilakukan di tujuh lembaga. Yakni LBM Eijkman, LIPI,  Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung. Vaksin LBM Eijkman merupakan vaksin berbasis protein rekombinan. EUA diharapkan dapat diperoleh pada 2022.

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA