Friday, 13 Zulhijjah 1442 / 23 July 2021

Friday, 13 Zulhijjah 1442 / 23 July 2021

Uni Eropa akan Cabut Pembatasan Turis AS

Kamis 17 Jun 2021 01:25 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Vaksin Covid 19 (ilustrasi).

Vaksin Covid 19 (ilustrasi).

Foto: Flickr
Dewan Eropa memperbarui daftar berdasarkan data epidemiologi setiap 2 pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa merekomendasikan agar 27 negara anggotanya mulai mencabut pembatasan turis dari Amerika Serikat. Anggota UE pada Rabu (16/6) sepakat untuk menambahkan AS ke daftar negara-negara di mana mereka harus secara bertahap menghapus pembatasan perjalanan yang tidak penting. Langkah itu diadopsi selama pertemuan di Brussels perwakilan permanen untuk blok tersebut.

Dilansir di ABC News, Rabu (16/6) disebutkan, rekomendasi tersebut tidak mengikat. Pemerintah nasional memiliki wewenang untuk meminta hasil tes atau catatan vaksinasi dan untuk menetapkan persyaratan masuk lainnya.

Baca Juga

UE tidak memiliki kebijakan pariwisata atau perbatasan COVID-19 terpadu. Namun, blok itu telah bekerja selama berbulan-bulan untuk membuat sertifikat perjalanan digital bersama bagi mereka yang divaksinasi, baru dites, atau baru saja pulih dari virus. Anggota parlemen UE mendukung rencana tersebut minggu lalu.

Sertifikat gratis, yang akan berisi kode QR dengan fitur keamanan canggih, akan memungkinkan orang untuk berpindah antar negara Eropa tanpa harus dikarantina atau menjalani tes virus corona tambahan pada saat kedatangan.

Beberapa negara Uni Eropa telah mulai menggunakan sistem tersebut, termasuk Belgia, Spanyol, Jerman, Yunani, Bulgaria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark dan Polandia. Sisanya diharapkan mulai menggunakannya pada 1 Juli.

Sistem ini terutama ditujukan untuk warga negara UE, tetapi orang Amerika dan warga negara lain juga dapat memperoleh sertifikat ini. Mereka bisa mendapatkannya jika mereka dapat meyakinkan pihak berwenang di negara UE yang mereka masuki bahwa mereka memenuhi syarat untuk mendapatkannya. Kurangnya sistem sertifikasi vaksinasi resmi AS dapat memperumit masalah.

Beberapa negara UE sudah mulai mengizinkan pengunjung Amerika. Di sisi lain, Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan minggu ini pendekatan yang hati-hati dan bertahap harus tetap menjadi aturan.

"Mari kita lihat sains dan mari kita lihat perkembangannya. Mari kita lihat jumlahnya dan ketika aman, kami akan melakukannya," kata De Croo. 

"Saat kita melihat sebagian besar populasi divaksinasi ganda dan dapat membuktikan bahwa mereka aman, perjalanan akan meningkat lagi. Dan saya mengharapkan itu selama musim panas ini," tambahnya.

Selain AS, perwakilan negara-negara UE menambahkan lima negara lain, Makedonia Utara, Albania, Serbia, Lebanon, dan Taiwan, ke dalam daftar perjalanan wisata. Dewan Eropa memperbarui daftar berdasarkan data epidemiologi yang ditinjau setiap dua minggu.

Perwakilan juga memutuskan untuk menghapus klausul timbal balik untuk wilayah administrasi khusus Cina, Makau dan Hong Kong. Rekomendasi tersebut diharapkan akan diformalkan pada hari Jumat. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA