Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Studi: Kontaminan dalam Obat Generik Bisa Rusak DNA

Rabu 16 Jun 2021 16:07 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Kerusakan DNA akibat kontaminan obat generik bisa tingkatkan risiko kanker.

Kerusakan DNA akibat kontaminan obat generik bisa tingkatkan risiko kanker.

Foto: Pixabay
Kerusakan DNA akibat kontaminan obat generik bisa tingkatkan risiko kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kontaminan dalam beberapa obat generik yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung, diabetes, dan kondisi umum lainnya dapat merusak DNA, memengaruhi fungsi sel dasar, dan meningkatkan risiko kanker. Temuan ini berdasar pada sebuah studi dari University of British Columbia.

Peneliti sekaligus profesor Ilmu Farmasi, Corey Nislow, mengungkap bahwa mereka menemukan zat pengotor nitrosamin dalam beberapa obat generik. Nitrosamin diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen manusia atau zat yang dapat menyebabkan kanker.

Baca Juga

“Maka kami menyarankan untuk semakin menguatkan regulasi atau kebijakan untuk memastikan semua perusahaan memproduksi obat sesuai dengan standar,” kata Nislow seperti dilansir dari CTV News, Rabu (16/6).

Untuk lebih memahami dampak nitrosamin, para peneliti mempelajarinya dalam sel ragi. Para peneliti mulai dengan 4.800 strain ragi dan menambahkan nitrosamin dosis tinggi ke seluruh batch. Kemudian mereka menghapus setiap gen, satu per satu, untuk mencoba dan menentukan bagaimana toksin akan mempengaruhi pertumbuhannya.

Hasilnya, strain yang kehilangan gen karena harus memperbaiki DNA yang rusak, tumbuh lima hingga 50 kali lebih lambat. Kerusakan DNA dapat menyebabkan mutasi yang dapat diwariskan dan jika tidak diperbaiki oleh tubuh, dapat menyebabkan kanker

“Jadi orang-orang telah menggunakan obat-obatan dengan kontaminan ini untuk jangka panjang, harus mengetahui konsekuensinya,” kata Nislow.

Badan kesehatan Kanada, Health Canada, menjadi salah satu regulator yang telah melakukan penarikan atas obat-obatan seperti Valsartan yang terbukti mengandung pengotor nitrosamin. Valsartan dijual dengan beberapa nama dagang, digunakan untuk mengobati gagal jantung dan tekanan darah tinggi.

Meski Health Canada mengatakan tidak ada risiko kesehatan langsung yang terkait dengan penggunaan obat-obatan yang mengandung tingkat pengotor nitrosamin rendah, Nislow mengatakan sekitar 50 juta resep menyarankan pasien untuk membeli obat generik lain yang mengandung nitrosamin. Perlu diingat, nitrosamine terdeteksi di banyak obat generic. Sejauh ini, belum terdeteksi apakah pasien yang menggunakan obat selama enam tahun sebelum penarikan mengalami efek jangka panjang atau tidak.

Untuk mengatasi permasalahan nitrosamin secara global, Health Canada juga telah bekerja sama dengan enam regulator internasional termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Badan Obat Eropa serta Kementerian Kesehatan Jepang, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA