Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Kapolri Sebut Masyarakat yang Mudik Hanya 1,1 Persen

Rabu 16 Jun 2021 15:15 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Foto: Prayogi/Republika.
Saat ini, episentrum penyebaran Covid-19 ada di Kudus, Bangkalan, dan DKI Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri telah melaksanakan operasi penyekatan guna mencegah masyarakat melakukan mudik Idul Fitri 2021 pada masa pandemi. Dia memiliki catatan, hanya 1.472.304 orang atau sekitar 1,1 persen masyarakat yang mudik pada Lebaran tahun ini.

"Pada akhirnya hanya 1.472.304 orang atau 1,1 persen masyarakat yang melaksanakan mudik, baik melalui jalur darat, udara, dan laut," kata Listyo dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Dengan pembatasan yang dilakukan oleh Polri, satgas Covid-19, dan pemangku kepentingan terkait, kata Listyo, tetap terjadi episentrum penyebaran Covid-19 di beberapa wilayah. Di antaranya, Kabupaten Kudus, Bangkalan, dan Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Listyo, episentrum di wilayah Bangkalan, Pulau Madura diawali oleh adanya kegiatan halal bi halal. Pada saat itu, kata dia, beberapa orang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, dilaporkan tujuh orang meninggal, termasuk di antaranya tenaga medis.

"Kasus harian di Bangkalan kini mencapai 392 kasus, meningkat 68 persen dibandingkan angka sebelumnya 50 kasus, sehingga tingkat BOR atau keterpakaian tempat tidur 61 persen," ujar mantan Kepala Bareskrim Polri itu.

Sedangkan di wilayah Kudus, lanjut Sigit, terjadi kenaikan tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit. Pada awalnya ada di enam desa yang terpapar Covid-19, kemudian naik menjadi 45 desa. Saat ini, sambung dia, menjadi 60 desa yang mengakibatkan 181 orang positif.

"Sehingga menyebabkan kenaikan tingkat keterpakaian tempat tidur sebesar 96 persen," kata mantan Listyo.

Episentrum ketiga terjadi di daerah DKI Jakarta. Menurut dia, ada lima klaster Covid-19 di Ibu Kota. "Yaitu di Cipayung, Cilincing, Kelapa Dua, Kayu Putih, dan Ciracas," ujar Listyo.

Di hadapan anggota Komisi III DPR, Listyo memaparkan kegiatan Operasi Ketupat 2021 yang dilakukan jajarannya.Operasi penyekatan bagian dalam Operasi Ketupat 2021 yang dilaksanakan dari rentang waktu 6-17 Mei 2021. Polri bersama stakeholders yang lainnya melakukan upaya penyekatan arus mudik dan balik Lebaran.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA