Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

8 Gejala Pendarahan Terkait Vaksin AstraZeneca

Rabu 16 Jun 2021 15:11 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Immune thrombocytopenic purpura (ITP) mengakibatkan kulit berbintik merah, mirip ruam.

Immune thrombocytopenic purpura (ITP) mengakibatkan kulit berbintik merah, mirip ruam.

Foto: The New England Journal of Medicine
Risiko perdarahan akibat vaksin AstraZeneca sangat kecil, menurut penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vaksin AstraZeneca Covid telah dikaitkan dengan kondisi pendarahan yang dapat menyebabkan memar yang berlebihan dan kulit berbintik merah. Kondisi yang sangat jarang terjadi ini dikenal sebagai immune thrombocytopenic purpura (ITP).

Purpura trombositopenia imun terjadi karena tubuh kekurangan trombosit yang dapat mencegah pendarahan. Itulah sebabnya orang yang mengalami ITP dapat mengalami pendarahan berlebihan di bawah kulit dan lainnya.

Dr Will Lester, konsultan hematologi di University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust, Inggris, menjelaskan bahwa ITP merupakan kondisi di mana sistem imun menghancurkan trombosit di tubuh seseorang. Gejala pendarahannya biasanya ringan dan jarang sekali sampai merenggut nyawa.

"ITP secara umum dapat diatasi," kata Lester, dikutip dari The Sun, Rabu (16/6).

Terkadang, tak ada gejala yang menyertai ITP. Kalau gejalanya muncul, ada delapan pertanda yang termasuk di dalamnya:

1. Mudah memar atau memar secara luas yang penyebabnya tidak diketahui. Ini terjadi ketika darah merembes ke bawah kulit.
2. Bintik merah dan ungu di bawah kulit yang tampak seperti ruam, biasanya di kaki bagian bawah. Ini merupakan akibat dari perdarahan kecil di bawah kulit.
3. Pendarahan di rongga mulut/gusi atau hidung.
4. Adanya darah di urine, tinja, atau muntah.
5. Darah haid keluar lebih banyak, tidak seperti biasanya.
6. Sering mimisan dan berlangsung lama.
7. Terjadi pendarahan di kepala. Ini merupakan yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan gejala mirip strok.
8. Letih sampai lunglai, depresi, tak bersemangat.

Sebesar apa risiko orang mengalaminya?

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA