Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Epidemiolog: Pengetahuan tentang Covid-19 Perlu Ditingkatkan

Rabu 16 Jun 2021 14:53 WIB

Red: Nora Azizah

Pengetahuan Covid-19 perlu ditingkatkan seiring dengan berkembangnya varian baru.

Pengetahuan Covid-19 perlu ditingkatkan seiring dengan berkembangnya varian baru.

Foto: PixaHive
Pengetahuan Covid-19 perlu ditingkatkan seiring dengan berkembangnya varian baru.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Ahli Epidemiologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dr Yudhi Wibowo, MPH, mengatakan, pengetahuan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 harus ditingkatkan. Hal ini diperlukan seiring dengan munculnya varian baru.

"Kami dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed Purwokerto melaksanakan kegiatan sosialisasi tujuan utama dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat karena informasi tentang Covid-19 sangat dinamis," kata Yudhi yang juga Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FK Unsoed saat ditemui di kantor Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, Rabu (16/6).

Baca Juga

Kegiatan pengabdian masyarakat itu bertajuk "Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan dan Praktik Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat". Setelah pengetahuannya cukup kuat, kata dia, masyarakat dengan kesadarannya diharapkan dapat mempraktikkan cara pencegahan serta ikut bersama dengan pemerintah dan semua pihak dalam penanggulangan Covid-19.

"Karena pandemi Covid-19 itu memang tanggung jawab kolektif sebetulnya, tidak bisa semata-mata diserahkan sepenuhnya ke pemerintah. Akan kesulitan kalau tidak didukung semua pihak, termasuk masyarakat," katanya menjelaskan.

Terkait dengan perkembangan varian baru Covid-19, dr Yudhi mengatakan, varian Delta atau B1617.2 diketahui sangat mudah menular dan dikatakan cukup fatal. Selain itu, kata dia, varian Delta juga tidak terdeteksi dengan alat pemeriksaan standar berupa PCR (polymerase chain reaction).

"Oleh karena mudah menular, saran yang perlu dilakukan oleh semua masyarakat itu sebaiknya menggunakan masker dobel karena kami ingin memberikan contoh menggunakan masker dobel sesuai dengan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang diacu di banyak negara," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, penggunaan masker dobel terdiri atas lapis pertama atau bagian dalam memakai masker bedah, sedangkan yang kedua berupa masker kain tiga lapis. Ia mengatakan, selain menggunakan masker dobel, upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara membatasi mobilitas, terutama ke daerah-daerah yang memang sedang booming, seperti Kudus, daerah pantai utara Jawa, bahkan informasinya sudah sampai Jakarta.

"Kita sebenarnya kemarin sudah dekat, di Cilacap sempat ada (varian Delta). Oleh karena itu, perlu adanya pembatasan mobilitas dari dan ke daerah yang memang ada kasus itu (varian baru), paling tidak sampai kasus itu terbukti negatif," katanya.

Terkait dengan Hari Raya Idul Adha yang akan dirayakan dalam beberapa pekan ke depan, Yudhi mengatakan, berdasarkan pemberitaan, hal itu sudah menjadi fokus perhatian pemerintah pusat sehingga kemungkinan akan ada pembatasan.

"Yang saya tahu, Juli nanti sudah ada pengetatan yang jauh lebih ketat lagi karena untuk menekan lonjakan (Covid-19) karena khawatir ada varian Delta tadi. Kalau pergerakan massa tidak diatur ditambah ada varian baru ini, tampaknya bisa melonjak kasusnya, makanya pemerintah mengantisipasi itu," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA