Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Pakistan Izinkan AstraZeneca untuk Usia di Bawah 40 Tahun

Rabu 16 Jun 2021 14:46 WIB

Red: Nora Azizah

Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

Foto: AP/Dita Alangkara
Pakistan sebelumnya gunakan vaksin Covid-19 asal China.

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI -- Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk mereka yang berusia di bawah 40 tahun. Pakistan membantu memvaksinasi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri untuk sekolah atau pekerjaan, terutama Arab Saudi.

Pakistan, yang sangat bergantung pada remitansi dari para ekspatriatnya di Arab Saudi, semula menggunakan vaksin COVID-19 buatan China, Sinopharm, CanSinoBio dan Sinovac, dalam upaya vaksinasi. Hingga kini, Pakistan hanya menggunakan vaksin AstraZeneca untuk usia di atas 40 tahun.

Baca Juga

"Otoritas Arab Saudi tidak merestui vaksin COVID-19 buatan China, sehingga penerima vaksin tersebut masih harus menjalani karantina, yang tidak terjangkau bagi banyak orang," kata Faisal Sultan, penasihat kesehatan perdana menteri.

"Mulai hari ini, kami telah mencabut larangan penggunaan (vaksin) AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun," kata Sultan kepada stasiun TV swasta Geo, Selasa, dikutip reuters.

Arab Saudi menyetujui empat vaksin COVID-19 bagi pendatang yang ingin menghindari karantina, yakni AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Johnson and Johnson. Pakistan telah menerima 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui inisiatif COVAX.

Sultan mengatakan, pemerintah menggunakan jalur diplomatik untuk melihat apakah Arab Saudi akan menyetujui vaksin COVID-19 China untuk ke depannya. Hingga 11 Juni sebanyak 1,3 persen dari 220 juta penduduk Pakistan telah mendapatkan dosis lengkap vaksin dan 3,8 persen baru menerima satu dosis, kebanyakan Sinopharm atau Sinovac, berdasarkan data resmi.

Arab Saudi merupakan sumber remitansi asing terbesar bagi Pakistan, yang mengandalkan dana ini untuk mendukung neraca mereka saat ini, mengingat defisit perdagangan negara tersebut. Sepanjang tahun fiskal berjalan Pakistan mengantongi remitansi sebesar 7 miliar dolar AS (sekitar Rp99,75 triliun) dari Arab Saudi, setara seperempat lebih dari remitansi total.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA