Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Sempat Ditutup, SDN Kenari 08 Kembali Dibuka

Rabu 16 Jun 2021 14:26 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah siswa pulang dijemput orang tuanya usai melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka tahap dua di SDN 08 Kenari, Jakarta, Rabu (9/6). Sebanyak 226 sekolah di Jakarta mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka tahap dua dengan kuota 50 persen dari jumlah siswa dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Republika/Putra M. Akbar

Sejumlah siswa pulang dijemput orang tuanya usai melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka tahap dua di SDN 08 Kenari, Jakarta, Rabu (9/6). Sebanyak 226 sekolah di Jakarta mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka tahap dua dengan kuota 50 persen dari jumlah siswa dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Uji coba PTM di SDN Kenari 08 sudah mulai dilakukan kembali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasubag Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja mengatakan, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SD Negeri Kenari 08, Jakarta Pusat sempat ditunda tiga hari. Hal ini lantaran ditemukan adanya seorang guru dan kepala sekolah yang terpapar Covid-19. Namun, Taga menyebut, saat ini gedung sekolah tersebut sudah kembali dibuka.

"Memang berdasarkan Kepgub kalau ada yang kena (Covid-19) satu atau dua orang itu, maka ditutup selama tiga hari," kata Taga saat dihubungi, Rabu (16/6).

Baca Juga

Taga menjelaskan, penutupan sekolah dilakukan sejak tanggal 9-11 Juni 2021. Saat ini, jelas dia, kegiatan uji coba PTM di sekolah tersebut sudah mulai dilakukan kembali. 

"Betul, SDN Kenari 08 sudah dibuka lagi" ujarnya. 

Ia menuturkan, awalnya seorang guru di SDN Kenari 08 terpapar virus corona setelah pulang ke kampung halamannya pada waktu libur. Taga memastikan, guru itu terkena Covid-19 bukan saat libur Lebaran. 

"Jadi terpaparnya itu waktu gurunya pulang kampung, waktu libur. Bukan pas mudik lebaran," tutur dia. 

Sementara itu, sambung Taga, kepala sekolah tersebut terpapar Covid-19 di lingkungan rumahnya. Ia pun membantah bahwa ada klaster Covid-19 di SDN Kenari 08. Sebab, ungkap Taga, guru dan kepala sekolah itu belum sempat melakukan interaksi di lingkungan sekolah saat uji coba PTM tahap dua. 

"Tidak ada interaksi di sekolah. Kepseknya isoman (isolasi mandiri), gurunya juga," jelas dia. 

Sebelumnya diberitakan, pihak sekolah menghentikan kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua di SD Negeri 08 Kenari, Senen, Jakarta Pusat. PTM sementara dihentikan lantaran dua guru dan kepala sekolah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Jadi selama 14 hari ke depan, dan kemungkinan tinggal sehari lagi anak-anak bagi raport," kata Kepala Sekolah SDN Kenari 08 Hardi Priyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Hardi mengatakan sebelumnya seorang guru diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (8/6), atau sehari sebelum PTM hari pertama dilaksanakan. Namun, guru tersebut tidak bertugas mengajar PTM karena murid Kelas VI sudah selesai melaksanakan ujian.

Setelah kasus pertama itu, sekolah pun melakukan karantina wilayah selama tiga hari untuk dilakukan penyemprotan disinfektan dan menghentikan PTM tahap dua sejak Kamis (10/6).

Selain itu, pihak SD Negeri 08 Kenari pun mengajukan permohonan untuk mengosongkan sekolah dan melakukan tes usap (swab test) kepada seluruh tenaga pendidik. "Ada dua guru dengan yang pertama tadi, kemudian kepala sekolah (yang positif). Guru yang lain negatif," tutur Hardi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA