Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

IPO Perusahaan Teknologi Berpotensi Tarik Investor Asing

Rabu 16 Jun 2021 14:19 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Initial public offering / penawaran saham perdana

Initial public offering / penawaran saham perdana

Foto: Republika.co.id
Saat ini belum banyak perusahaan teknologi besar yang melakukan IPO di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah perusahaan teknologi Indonesia dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana atau Inital Public Offering (IPO). Chief Economist & Investment Strategis Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan, mengatakan hal tersebut akan berdampak positif bagi pasar saham Indonesia.

“Kami memandang positif rencana IPO beberapa saham teknologi Indonesia, karena ini dapat menjadi katalis yang menarik minat investor, baik asing maupun domestik, untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia,” kata Katarina, Rabu (16/6).

Baca Juga

Menurut Katarina, dengan potensi ekonomi digital yang besar, saham perusahaan teknologi Indonesia akan mendapat perhatian dari investor secara global terutama setelah porsi investor asing menurun beberapa tahun ini. IPO perusahaan teknologi ini akan membuka potensi aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

Aliran dana yang kembali masuk ini tentu saja akan berdampak positif pada kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tidak hanya bagi pasar saham, potensi portfolio flow juga dapat berdampak positif bagi neraca pembayaran Indonesia ke depannya.

Katarina melihat perkembangan saham sektor teknologi dalam pasar saham Indonesia cukup lambat. Berbeda dengan ekonomi riil di mana perusahaan teknologi telah berkembang, di pasar saham Indonesia eksposur terhadap sektor teknologi masih sangat rendah.

Menurutnya, saat ini belum banyak perusahaan teknologi besar yang melakukan IPO di pasar Indonesia. Bobot sektor teknologi dalam IHSG hanya sekitar 0,8 persen, jauh lebih kecil dari bobot sektor teknologi di pasar Amerika Serikat yang mencapai 27 persen dalam indeks S&P 500, atau mencapai 18 persen dalam indeks MSCI Asia Pacific.

Hal ini juga yang menjadi salah satu faktor kinerja pasar saham Indonesia tertinggal (underperform) dibanding pasar saham regional dalam beberapa tahun ke belakang. Minat investor global yang sangat tinggi terhadap sektor teknologi menyebabkan aliran dana investor ke Asia mengalir ke pasar saham negara-negara yang memiliki eksposur tinggi di sektor teknologi seperti China, Taiwan, dan Korea Selatan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA