Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Suasana Hati Bisa Rusak Kondisi Kulit, Ini Penjelasan Pakar

Rabu 16 Jun 2021 14:08 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Dwi Murdaningsih

Depresi (ilustrasi).

Depresi (ilustrasi).

Foto: tribune.com.pk
Suasana hati seperti stres, marah dan takut berpengaruh terhadap hormon dan kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang-orang menyebut tertawa membuat awet muda. Namun, berapa kali kita mempraktikkannya setiap hari?

Ahli kecantikan dan ahli kesehatan di seluruh dunia merasa suasana hati memiliki dampak terbesar pada penampilan Anda.

Baca Juga

Kulit kita adalah perseptor stres langsung dan target stres. Dilansir Time of India pada Selasa (15/6), ahli bedah kosmetik dan kesehata dari 9Muses Wellness Clinic, dr Geeta Grewal menjelaskan lebih lanjut mengenai hubungan suasana dan kondisi kulit.

Stres

Stres adalah salah satu alasan utama di balik produksi hormon kortisol. Hormon itu memengaruhi organ, pembuluh darah yang menjadi lebih rapuh, sel-sel kulit baru yang sulit terbentuk dengan cepat, dan pergantian sel yang melambat.

Ketika seseorang mengalami stres, biasanya coklat, keripik, alkohol menjadi pelampiasan. Terkait alkohol, cairan itu bisa menyebabkan konsumsi air lebih sedikit. Padahal, dehidrasi adalah penyebab utama banyak masalah kulit, termasuk kerutan dan garis-garis halus.

Peningkatan stres menyebabkan faktor pro inflamasi dan peradangan pada kulit, yang menyebabkan pigmentasi, kerusakan kolagen dan elastin, yang menyebabkan penipisan kulit, memperlambat siklus sel kulit. Stres menyebabkan penyempitan pembuluh darah kecil yang menyebabkan kekurangan suplai darah, kekurangan nutrisi dan hidrasi ke kulit.

Stres menyebabkan penyempitan pembuluh darah kecil yang menyebabkan kekurangan suplai darah, kekurangan nutrisi, dan hidrasi ke kulit. Kondisi itu memperlambat siklus sel kulit yang membuatnya kusam, serta pigmentasi yang berubah.

 

Marah

 

Marah membuat otot wajah tegang, dan seriring waktu menyebabkan garis-garis halus. Marah juga mempengaruhi peremajaan dan efek penyembuhan kulit itu sendiri. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Brain, Behavior, Immunity mengatakan para peneliti menemukan penyembuhan dan pergantian sel membutuhkan waktu empat kali lebih lama pada orang yang marah dibandingkan dengan mereka yang memiliki kendali atas emosinya. Orang yang mudah marah memiliki hormon kortisol intensitas tinggi yang menghambat produk kolagen, elemen penting dalam penyembuhan kulit, dan penyebab kerutan saat produksi melambat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA