Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Sosiolog: Harus Ada Pengawasan Ketat Selama PTM

Rabu 16 Jun 2021 03:15 WIB

Red: Bayu Hermawan

Sejumlah pelejar SD mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) (ilustrasi)

Sejumlah pelejar SD mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) (ilustrasi)

Foto: Edi Yusuf/Republika
Sosiolog mengatakan harus ada pengawasan ketat penerapan prokes selama PTM

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Sosiolog pendidikan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nanang Martono, mengingatkan perlunya pengawasan secara ketat sebelum dan juga selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Harus ada pengawasan ketat sebelum pelaksanaan dan juga selama pelaksanaan PTM guna memastikan protokol kesehatan telah terlaksana dengan baik," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (16/6).

Baca Juga

Nanang menjelaskan bahwa dengan adanya pengawasan yang ketat dan dilakukan secara berkala maka diharapkan seluruh pihak khususnya sekolah akan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Tujuannya untuk menjaga kedisiplinan penerapan protokol kesehatan, jangan sampai lengah karena tidak ada kontrol yang ketat," katanya.

Selain itu, ia menilai pemerintah juga perlu memastikan kesiapan sarana dan prasarana masing-masing sekolah sebelum pelaksanaan PTM terbatas. "Jika PTM terbatas dilakukan secara serentak maka perlu memastikan kesiapan seluruh sekolah," katanya.

Sementara itu dia juga menambahkan bahwa kebutuhan terhadap PTM terbatas memang cukup mendesak karena dinilai lebih optimal bila dibandingkan dengan pembelajaran jarak jauh secara virtual. "Kendati demikian beberapa upaya mitigasi memang perlu dilakukan agar PTM terbatas ini dapat berjalan dengan baik," katanya.

Menurutnya, wacana PTM terbatas secara serentak perlu diapresiasi agar tidak ada ketimpangan hasil pembelajaran, dengan catatan harus dipersiapkan dengan matang terutama terkait dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. 

Sementara itu seperti diwartakan sebelumnya, Pemerintah mengizinkan dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani empat menteri. Diantaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Agama (Menag).

Dalam SKB tersebut, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada tahun ajaran baru 2021/2022.SKB juga mengatur sejumlah pertimbangan seperti tingkat risiko penyebaran Covid-19 di wilayahnya, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai yang dipersyaratkan dalam daftar periksa lalu akses terhadap sumber belajar atau kemudahan belajar dari rumah dan psikososial peserta didik.

Pelaksanaan PTM harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dilakukan dengan sistem bergantian atau shift.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA