Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

PBSI: Semangat Kido Harus Jadi Motivasi Atlet Muda

Rabu 16 Jun 2021 02:04 WIB

Red: Ratna Puspita

Pebulutangkis Markis Kido, Senin (14/6), meninggal dunia akibat serangan jantung saat sedang bermain bulu tangkis.

Pebulutangkis Markis Kido, Senin (14/6), meninggal dunia akibat serangan jantung saat sedang bermain bulu tangkis.

Foto: EPA
PBSI menilai catatan prestasi Kido akan diingat oleh masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyerukan kepada atlet Pelatnas Cipayung agar semangat dan daya juang yang ditampilkan Markis Kido selama berkiprah sebagai atlet bulu tangkis bisa menjadi motivasi untuk terus berprestasi. "Berita kepergiannya sangat mengejutkan. Jelas kami kehilangan sosok inspiratif, semoga perjuangan almarhum menjadi motivasi bagi juniornya untuk meneruskan tradisi emas di Olimpiade," kata Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI Broto Happy saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/6).

Dalam pernyataannya, PBSI menilai catatan prestasi Kido tidak hanya akan dikenang dalam kancah bulu tangkis nasional, tetapi juga akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia atas sumbangsihnya kepada Tanah Air.

Baca Juga

Daya juang peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu juga diakui mantan pebulu tangkis nasional Candra Wijaya yang turut hadir dalam upacara pemakaman di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur. Saat ditemui, peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 itu menuturkan bahwa perjuangan Kido menghadapi penyakit tekanan darah tinggi sudah berlangsung lama bahkan saat masih aktif menjadi bagian timnas bulu tangkis Indonesia.

Karena itu, ia melihat juniornya di sektor ganda putra itu sebagai "manusia super" lantaran bisa menahan hambatan fisik dan tetap bisa berprestasi gemilang. "Kondisi (darah tinggi) itu memang dari dulu, pas dia dapat medali emas di Beijing pun sebenarnya sudah mengalami. Makanya saya bilang dia seperti manusia super, ya. Tapi mungkin kemarin serangan dari penyakitnya lebih kuat, dia kalah dan tidak tertolong," tutur Candra, yang kemudian menangis setelah menceritakan rekan seperjuangannya tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyebut Kido layak disebut legenda bulu tangkis dengan segala prestasi yang sudah ditorehkan untuk Indonesia. Selain medali emas Olimpiade, prestasi Kido antara lain juara dunia 2007 di Kuala Lumpur hingga medali emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, yang kini masih berlatih di Pelatnas Cipayung.

"Semoga suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini, bisa menginspirasi para pebulu tangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum," ujar Agung.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA