Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Kasus Meningkat, Satgas Covid-19 Kota Bogor Siaga

Rabu 16 Jun 2021 05:33 WIB

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Hiru Muhammad

Petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor bersiap menyemprotkan disinfektan di Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/5/2021). Sebanyak 35 warga di perumahan tersebut positif terpapar COVID-19 setelah salah satu warganya terkonfirmasi positif COVID-19 sepulang dari luar kota saat sebelum Lebaran sehingga warga melakukan isolasi mandiri dan akses masuk perumahan ditutup sementara.

Petugas Dinas Kesehatan Kota Bogor bersiap menyemprotkan disinfektan di Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/5/2021). Sebanyak 35 warga di perumahan tersebut positif terpapar COVID-19 setelah salah satu warganya terkonfirmasi positif COVID-19 sepulang dari luar kota saat sebelum Lebaran sehingga warga melakukan isolasi mandiri dan akses masuk perumahan ditutup sementara.

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Sejumlah langkah disiapkan pemkot Bogor guna mengantisipasi lonjakan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Satgas Covid-19 Kota Bogor diminta untuk siaga dan waspada, terkait adanya peningkatan peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bogor sebesar 51,3 persen pada pekan ini. Selain itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor juga menerima arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengenai situasi siaga 1 Covid-19 di Jawa Barat.

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyebutkan, berdasarkan pesan yang disampaikan Ridwan Kamil, situasi siaga 1 kemungkinan disebabkan oleh arus mudik. Juga ada kemungkinan adanya varian baru, meskipun sejauh ini belum ditemukan di Jawa Barat.“Kasus Covid-19 di Kota Bogor grafiknya naik, ini harus kita waspadai. Gubernur menyampaikan bahwa situasi ini siaga 1, kemungkinan karena arus mudik dan bisa saja varian baru, tapi belum ditemukan. Tapi tidak tertutup itu ada, hanya belum sempat diperiksa saja. Karena itu kita kondisinya siaga semuanya,” kata Bima Arya di Balai Kota Bogor setelah menggelar rapat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Selasa (15/6).

Tak hanya terdapat peningkatan jumlah kasus Covid-19, Bima Arya memaparkan, bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor pekan ini mencapai angka 41,9 persen. Dimana pada pekan lalu, BOR di Kota Bogor berada pada angka 22,9 persen.

Untuk itu, Bima Arya menyebutkan, ada beberapa langkah yang dilakukan Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi adanya lonjakan angka kasus Covid-19 di Kota Bogor. Pertama, yakni meminta rumah sakit rujukan Covid-19 menambah kapasitas tempat tidur. Salah satunya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

“Saya perintahkan agar rumah sakit menambah tempat tidur, RSUD Kota Bogor sudah ditambah 100 (tempat tidur). Semua sedang ditambah kapasitasnha untuk mengantisipasi lonjakan ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bima Arya mengatakan, pihaknya tengah menjajaki tempat yang bisa dijadikan tempat isolasi tambahan. Selain di Pusdiklat BPKP Ciawi, Kabupaten Bogor. Tempat isolasi tersebut bisa dijadikan alternatif jika terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Tak hanya itu, sambung dia, pihaknya juga akan memperketat pengawasan di wilayah terkait kegiatan-kegiatan warga. Antara lain agar masyarakat mampu menahan mobilitas. Sebab, Bima Arya melihat, dengan adanya pembiaran, warga menjadi tidak waspada akan Covid-19.“Mulai hari ini, Satgas dan Forkopimda sepakat untuk melakukan tindakan lebih tegas untuk setiap pelanggaran protokol kesehatan. Kita lihat pembiaran terjadi, warga sudah mulai merasa kondisi biasa. Banyak yang melanggar di atas jam operasional, jam 21.00 WIB, ini salah satu contohnya,” tegasnya.

Termasuk, lanjutnya, pemberian vaksin Covid-19 terhadap masyarakat akan dipercepat. Saat ini, stok vaksin yang dimiliki Kota Bogor masih ada, namun dalam jumlah terbatas. Untuk itu, Bima Arya akan meminta Menteri Kesehatan untuk menambah lagi stok vaksin di Kota Bogor.

“Kamis (17/6) Presiden akan ke Stasiun Bogor untuk meninjau pemberian vaksin. Kita akan melakukan pemberian vaksin kepada pengguna KRL yang sangat berisiko juga membawa virus ke Kota Bogor,” jelasnya.

Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, skoring kasus untuk Kota Bogor saat ini sudah menginjak di angka 1,91. Artinya jika tidak diwaspadai dengan sungguh-sungguh, Kota Bogor bisa saja naik status menjadi Zona Merah kembali. 

Tak hanya itu, Positivity Rate pekan ini naik dibandingkan pekan lalu. Dari 12,1 persen menjadi 15,7 persen. Selain itu penambaham kasus positif baru pekan ini naik dibandingkan pekan lalu, yakni 277 kasus atau 46,5 persen menjadi 41,9 kasus atau 51,3 persen.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA