Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

IHSG Ditutup Naik Terdongkrak Surplus Neraca Dagang

Selasa 15 Jun 2021 16:42 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ilustrasi

Foto: Antara/Galih Pradipta
Sepanjang hari ini investor asing membukukan pembelian bersih Rp 239 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (15/6). IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,14 persen ke level 6.089,03. 

IHSG mendapat dorongan dari sektor industri dasar, teknologi, kesehatan, infrastruktur yang bergerak positif dan mendominasi penguatan kali ini. Sementara itu, investor asing membukukan pembelian bersih Rp 239 miliar. 

Baca Juga

Pergerakan IHSG hari ini mendapat pengaruh dari sentimen dalam negeri. "Rilis neraca perdagangan yang mencatatkan surplus membawa IHSG ditutup pada zona hijau hari ini," kata Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, Selasa (15/6).

Nico melihat, aksi investor asing dalam beberapa pekan terakhir cukup menarik perhatian. Pemulihan yang terjadi saat ini memberikan trigger positif bagi pelaku pasar yang diiringi dengan aksi beli investor asing pada saham-saham berbasis perbankan. 

Kinerja ekspor bulan Mei ditopang oleh naiknya permintaan terhadap produk komoditas dari negara mitra dagang seiring dengan naiknya harga komoditas. Dilain sisi, kenaikan impor diiringi dengan naiknya impor bahan baku penolong sebesar 79,1 persen, sedangkan barang modal mengalami kenaikan sebesar 35 persen. 

"Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan produktivitas dari dalam negeri dimana trend ekspansi pada sektor riil menjadi indikasi terhadap membaiknya produksi dalam negeri," kata Nico.

Sementara itu, pasar saham Asia bergerak mayoritas menguat menjelang pertemuan bank sentral pada pekan ini. Berbanding terbalik, pergerakan harga komoditas mulai berfluktuasi menjelang pertemuan the Fed. 

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah dan turun tipis sebesar 0,08 persen. Saham-saham yang mendominasi penguatan diantaranya TPIA, TBIG, GGRM, CPIN, dan MDKA. Sedangkan saham-saham yang medominasi penurunan diantaranya JPFA, WIKA, BBRI, PWON, dan BSDE.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA