Friday, 13 Zulhijjah 1442 / 23 July 2021

Friday, 13 Zulhijjah 1442 / 23 July 2021

Sabam Sirait Ajak Masyarakat Merenung di 'Bulan Bung Karno'

Selasa 15 Jun 2021 15:04 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Sabam Sirait

Sabam Sirait

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bung Karno punya kaitan erat dengan bulan Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bapak proklamator Indonesia Sukarno mempuyai banyak arti bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Bung Karno juga sangat berarti dalam perjuangan melawan imperialisme dan dalam persatuan nasional. Nama Bung Karno juga sangat berarti dalam perjuangan rakyat kecil dan dalam pembanguna nasional. 

"Nama Bung Karno juga mempunyai arti bagaimana mengutamakan kepentingan nasional dan bagaimana mengelola sumber dalam alam serta kekayaan Indonesia dengan tidak semboro," jawab politisi yang juga anggota MPR RI senior Sabam Sirait, dalam keterangannya, Selasa (16/4).

Bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno sebab pada tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno pidato Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia. Bung Karno sendiri lahir pada 6 Juni 1901, dan meninggal dunia pada 21 Juni 1970.

Sabam, yang juga pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada tahun 1973 sebelum akhirnya berubah menjadi PDI Perjuangan pada tahun 1998, sepanjang perkenalannya dengan Sukarno, persatuan nasional merupakan hal pokok yang ada dalam pikiran dan tindakan Soekarno. Dalam setiap pidato atau tulisan-tulisannya, Sukarno selalu mengingatkan akan pentingnya persatuan nasional.

"Dengan bersatu kita bisa mengusir penjajah. Itu lah di antara pendidikan utama politik Soekarno agar rakyat bersatu, bersatu dan bersatu," kata Sabam sambil mengingatkan bahwa persatuan juga merupakan jalan untuk menghadapi pandemi Covid-19 secara bersama-sama.

Senator dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini pun mengatakan bahwa ia mengenal dan mengagumi Bung Karno saat masih anak-anak. Ketika itu terjadi agresi Kolonial Belanda, sehingga Sabam kecil, bersama warga Pematang Siantar mengungsi ke Porsea di Tapanuli Utara. Dalam pengungsian tiga hari tiga malam itu, anak-anak muda, termasuk anak-anak memakai lambang "merah putih" dengan gambar Soekarno atau Hatta.

"Saya merasa bangga memiliki "Merah Putih" dengan gambar Bung Karno," kata Sabam, yang menerima Bintang Mahaputera Utama dari negara ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA