Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

BNN: Setahun 14 Ton Sabu Beredar di Indonesia

Selasa 15 Jun 2021 14:51 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Sufyan Syarif.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Sufyan Syarif.

Foto: Dok
Indonesia merupakan pasar terbesar peredaran narkotika di Asia Tenggara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 1,1 ton dari jaringan Timur Tengah pada Senin (14/6). Pada April 2021, Polda Metro Jaya juga mengungkap kasus dengan barang bukti seberat 2,5 ton sabu. Badan Narkotika Nasional (BNN) juga mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 2 ton.

Deputi Pencegahan BNN, Irjen Sufyan Syarif, menyampaikan, narkotika jenis sabu yang beredar di Indonesia rata-rata berjumlah 14 ton per tahun. Dia menyebut, baik BNN maupun kepolisian pada tahun ini, sudah mampu mengungkap kasus sekitar lima ton sabu.

"Jika harga sabu per gram berkisar antara Rp 1,5 jua hingga Rp 2 juta, berapa jumlah kerugian sosial ekonomi kita akibat sabu, ini baru sabu," kata Sufyan dalam kegiatan Pelatihan dan Pembentukan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) di Jakarta, Senin (14/6).

Sufyan mengatakan, Indonesia merupakan pasar terbesar peredaran narkotika di Asia Tenggara. Berbagai jaringan internasional menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar strategis peredaran narkotika dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa.

"Indonesia ini pangsa pasar sangat besar, karena itu jadi incaran sindikat internasional. Sindikat dari Iran, Tiongkok, Myanmar, Hongkong," ucapnya.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Faisal Abdullah menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga generasi muda dari bahaya narkoba. Salah satunya, melalui pelatihan dan pembentukan KIPAN yang berlangsung sejak 9 hingga 19 Juni 2021, yang dilaksanakan secara virtual.

"Sejak 2016-2021 kami bentuk Pemuda Anti Narkoba, sampai saat ini
sudah 74 ribu lebih kader yang terbentuk. Tahun ini, kami melatih dan
membentuk 3.400 kader Pemuda Anti Narkoba yang merupakan perwakilan 34
provinsi," ujarnya.  

Faisal mewanti-wanti kepada KIPAN yang telah dibentuk untuk menjadi garda terdepan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Ketua MPN KIPAN, Asep Sabali menyatakan, siap menggerakkan seluruh
potensi sumber daya kader dalam mewujudkan program Indonesia Bersih Narkoba. "Kita akan bersinergi dengan pemerintah untuk penanggulangan bahaya Narkoba dalam rangka mendukung pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN," kata Asep.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA